Sabtu, 03 Juli 2010

Ketua Majelis Syuro PKS, Hilmi Aminuddin: Kami Ingin Membangun Kebersamaan dalam Keragaman



Munas ke-2 PKS berakhir Minggu (20/6) di Jakarta. Dalam Munas yang diselenggarakan sejak 17-20 Juni 2010 itu, selain mengukuhkan kepengurusan PKS periode 2010-2015, juga dijadikan sarana untuk konsolidasi pimpinan PKS dari seluruh penjuru nusantara. Beragam hal ditanyakan publik juga kader PKS terkait dengan sikap politik PKS belakangan ini, mulai dari soal keinginan PKS menjadi partai terbuka sampai soal koalisi permanen. Berikut petikan wawancara dengan Ketua Majelis Syuro PKS KH, Hilmi Aminuddin.

Apa yang ingin dicapai PKS dalam Munas 2 kali ini?
Musyawarah nasional bagi PKS memiliki beberapa makna. Pertama, merupakan momentum untuk konsolidasi pascapemilu dan konsolidasi menghadapi pemilu (legislatif) maupun pemilukada berikutnya. Kedua, Munas merupakan langkah koordinasi untuk menyiapkan dan melaksanakan program partai. Ketiga, Munas menjadi sarana untuk menyoliasisasikan langkah-langkah ke depan PKS, sekaligus ajang mobilisasi seluruh kekuatan dari pusat hingga ke daerah.

Munas juga untuk merespons tantangan ke depan dan memperkuat kerjasama dengan semua lapisan masyarakat yang selama ini ikut serta membantu tumbuh kembangnya PKS.

Buah dari konsolidasi dan ekspansi tersebut diharapkan ke depan mudah-mudahan PKS mampu mencapai target posisi tiga besar. Sebagian kalangan menilai target itu adalah mimpi. Namun bagi kami bermimpi besar itu selalu dibiasakan. Apa yang kami capai saat ini adalah mimpi kami beberapa waktu lalu. Bagaimana pun kami harus mengubah impian itu menjadi tantangan yang menggairahkan, melahirkan perencanaan-perencanaan, dan program-program ke depan.

Dalam Munas kali ini berkembang lagi gagasan PKS untuk menjadi partai terbuka atau menjadi partai tengah. Sejauhmana keseriusan PKS dengan rencana atau keinginan itu?
Bagi kami, menjadi partai terbuka atau partai tengah bukanlah taktik atau strategi politik untuk menambah jumlah pemilih. Tetapi hal itu merupakan implementasi atau pelaksanaan dari ajaran Islam yang mengharuskan kami menjadi Ummatan Wasathan (Ummat Pertengahan). Islam mengajarkan pluralitas atau keberagaman sebagai sebuah sunnatullah. Dan itu disebutkan di dalam Alquran. Islam adalah agama terbuka. Misinya adalah Rahmatan lil 'alamin, sehingga produk-produk kebajikan yang dihasilkan harus dinikmati oleh semua kalangan, bukan hanya orang muslim saja. Eksklusivitas itu tidak mencerminkan ajaran Islam. Kami ingin membangun kebersamaan dalam keberagaman kita.

Sebetulnya, sejak 2008, saat mukernas di Bali sudah kita deklarasikan. Sebelum itu komunikasi sudah kita jalankan. Bahkan dengan komunitas China sudah sejak PK lahir, khususnya melalui organisasinya (INTI). Mereka sudah bekerjasama dan membantu PKS. Kita tidak menawarkan Islam, namun menawarkan kerjasama. Bingkainya bisa format kemanusiaan, kebangsaan, dan keummatan.Sekali lagi itu bukan taktik dan strategi namun itu pengejawantahan dari ajaran Islam yang hakiki.

Mengapa diawal kelahiran Partai Keadilan dan kemudian menjadi PKS, kami terkesan eksklusif? Itu karena memang kami perlukan untuk menunjukkan identitas dan integritas kami. Dengan itu kami bisa membuat diferensiasi sehingga kami dihargai dan diakui. Anda saja kalau mencari pasangan (suami/istri) pasti akan menilai dulu siapa calon Anda itu.Setelah identitas dan integritas kami terbentuk, yang tentu saja memerlukan proteksi, barulah kami mulai membuka diri untuk bersama-sama dengan seluruh komponen bangsa membangun negeri ini.

Bahkan keterbukaan itu juga membawa ke pergaulan dan kerjasama dengan komunitas internasional, dalam pergaulan antarbangsa, juga dengan berbagai negara, karena kami tidak mau terkungkung dalam pergaulan yang sempit. PKS memiliki MOU dengan Partai Buruh Australia dan saling aktif menjalin komunikasi. Kami juga menjalin komunikasi dengan Partai Komunis Cina. Pemerintah Indonesia menginginkan diplomasi itu tidak hanya government to government, namun juga diplomasi people to people. Oleh karena itu PKS aktif menjalin komunikasi dengan partai-partai di berbagai negara, baik yang sedang berkuasa maupun yang sedang tidak berkuasa.

Berkaitan dengan sikap politik PKS untuk menjadi Partai Terbuka, bagaimana mengelola reaksi kader-kader PKS sendiri?
Kader-kader PKS adalah kader terbina. PKS itu seperti Universitas Terbuka dengan pendididkan kader secara terus menerus. Struktur terkecil di PKS adalah unit-unit kader yang jumlahnya minimal lima orang maksimal 12 orang. Dalam tataran demokrasi, unit terkecil PKS ini merupakan lembaga demokrasi terkecil dalam struktur PKS. Dalam tataran pendidikan unit tersebut merupakan kelas pendidikan kader, dari sisi tataran sosial, unit tersebut merupakan elemen komunitas sosial terkecil dimana mereka saling bermusyawarah, mereka saling berkontribusi mengatasi problem masing-masing. Dengan begitu kader-kader kami terbentuk menjadi kader yang rasional, di mana saat lembaga tertinggi, yakni Majelis Syuro mengambil sebuah kebijakan, mereka akan tahu ke mana arah kebijakan tersebut. Dan mereka pula lah yang akan menyampaikan kebijakan PKS kepada masyarakat, karena mereka bergaul aktif dengan masyarakat. Kader-kader PKS umumnya masuk ke dalam struktur sosial masyarakat
dan terlibat aktif dalam kerja-kerja sosial di masyarakat. Dengan demikian kami memiliki mekanisme dan alur yang jelas dalam sosialisasi arah kebijakan PKS.

Bagaimana dengan rencana PKS menerima kader-kader baru dari kalangan non muslim, apa implikasinya? Apakah itu bukan wajah lain dari Islamisasi di daerah-daerah yang penduduknya non muslim?
Dalam masalah kaderisasi, kami memiliki sistem stelsel. Ada delapan tingkat kaderisasi, dua level di antaranya adalah untuk menampung siapa saja. Disana terjadi berbagai proses kaderisasi. Mengapa kita perlu memberi ruang itu? Karena berdasarkan pengalaman 10 tahun terakhir, di daerah-daerah yang mayoritas nonmuslim, kami sering didatangi masyarakat dan tokoh-tokoh nonmuslim yang mengajukan diri untuk bergabung dengan PKS. Kami jelaskan ke mereka bahwa kami partai berasakan Islam. Namun mereka mengatakan bahwa niatan bergabung bukan karena agamanya, tetapi karena suka dan tertarik dengan program-program kerja PKS. Akhirnya mereka pun membentuk kepengurusan di daerah mereka.

Jadi ini murni sebagai antisipasi ke depan. Kemudian perlu kami jelaskan, kader PKS itu mengalami transformasi dalam proses kaderisasi bersama PKS. Ada kader yang dibentuk menjadi tokoh Islam (rijalul Islam), kemudian berkembang menjadi tokoh-tokoh dakwah (rijalul dakwah), selanjutnya menjadi tokoh bangsa (rijalul ummah), dan akhirnya menjadi negarawan (rijalul daulah). Dan kalau sudah mencapai posisi negarawan, maka dia harus bertemu, berkomunikasi, berpartisipasi, dan bekerjasama dengan semua komponen bangsa yang beragam.

Soal mereka masuk Islam atau tidak, Allah saja yang punya agama Islam tidak pernah memaksa seseorang untuk beragama Islam. Apalagi PKS. Jadi tidak ada agenda Islamisasi, dalam konteks pemaksaan agama itu tidak ada. Pemaksaan itu bukan hanya melanggar kemanusiaan, namun juga melanggar aturan Allah SWT. Dalam konteks kehidupan bernegara, Indonesia milik bersama. Kita bukan satu-satunya.

Tetapi simbol-simbol Islam masih sangat kental. Misalnya soal takbir, pembelaan terhadap Palestina. Tetapi di sisi lain PKS terkesan mendekati Amerika Serikat yang jelas-jelas Pro Israel. Lantas bagaimana dengan kader-kader PKS di daerah menghadapi pergeseran sikap ini?
Islam adalah identitas PKS. Selamanya akan tetap menjadi identitas PKS karena itu tetap akan selalu dijaga. Masalah Palestina, saya kira bukan hanya persoalan Islam. Sekarang sudah menjadi persoalan kemanusiaan dan sudah menjadi perhatian seluruh komunitas internasional. Kalau diperhatikan, pembelaan kita terhadap Palestina ketinggalan dengan negara-negara Eropa. Lihat saja sudah aktivits-aktivis dari negara-negara Eropa jauh lebih berani dalam mengadvokasi persoalan Palestina dibanding kita. Termasuk mendesak Israel agar membuka blokade terhadap Gaza. Masalah Palestina juga merupakan komitmen konstitusi negara kita, yakni UUD 1945. Bahwa penjajahan di atas dunia harus dihapuskan dan Indonesia berkewajiban untuk membantu upaya-upaya kemerdekaan bangsa-bangsa yang terjajah. Dan negara-negara barat pun mengakui bahwa Palestina itu saat ini sedang di jajah.

Dalam kaitan hubungan dengan Amerika Serikat. Kami melihatnya sebagai bangsa, hubungan antarbangsa. Bukan AS sebagai rejim. Kita tidak terpengaruh secara khusus oleh perilaku rejim yang sedang berkuasa. Namun kami melihatnya dalam pergaulan dan interaksi antar bangsa, dimana bangsa AS merupakan bagian dari komunitas internasional. Kita harus saling berinteraksi, berkomnunikasi, dan bekerjasama, saling bantu dan saling menguntungkan.

Bagaimana dengan penegakan syariat Islam?
Pertanyaan ini sering ditanyakan, bahkan ditakutkan sebagian komponen bangsa, jika PKS menang syariat Islam akan diberlakukan. Terhadap pertanyaan itu kami menjawab bahwa tidak mungkin bagi kami untuk meninggalkan syariat Islam. Semua pemeluk Islam pasti melaksanakan syariat Islam. Yang harus dipahami, ada syariat yang bisa dilakukan oleh individu dan ada yang harus dilakukan oleh negara, artinya harus ada undang-undangnya. Sholat ada syariatnya, puasa ada syariatnya, zakat ada syariatnya, setiap ibadah ada syariatnya. Ini syariat yang dilakukan oleh individu. Hanya ada sebagian kecil syariat, sekitar dua persen, yang ditakuti masyarakat, seperti hukum hudud, razam, juga qishos ini harus negara yang melakukannya. Indvidu atau kelompok tidak bisa melakukannya. PKS tidak bisa melakukannya, karena tidak ada undang-undangnya. Dan undang-undang adalah soal kesepakatan publik. Kalau publik tidak sepakat ya tidak bisa dilaksanakan.

Banyak pihak yang setelah mendengarkan penjelasan ini jadi paham. Bahkan mereka yang semula merasa tidak serumah dengan PKS, sekarang banyak yang merasa serumah. Bahkan merasa sekamar.

Dalam pidato pembukaan Munas PKS menyatakan siap menjalin koalisi permanen dengan SBY. Apakah selama ini PKS puas dengan koalisi yang dijalin?
Ukurannya tidak bersifat subyektif, bukan masalah puas atau tidak puas. Tapi kami melihatnya, ada tidak manfaatnya bagi bangsa. Sejauh ini kami melihat koalisi itu masih memberi manfaat bagi ummat. Selama membawa manfaat bagi bangsa kita akan teruskan koalisi.

Terkait dengan koalisi permanen, yang dimaksud adalah koalisi yang disesuaikan dengan undang-undang yang berlaku. Undang-undang mengatur bahwa masa jabatan pemerintahan berlangsung selama dua periode. Nah selama periode itulah koalisi kita bangun. Koalisi permanen tidak berarti koalisi sampai akhir hayat. Koalisi kami sangat teratur dan terukur sesuai aturan-aturan yang telah disepakati bersama. Semuanya tertulis dalam kontrak politik yang rinci. Selama ini banyak manuver-manuver dan upaya memecah belah koalisi kami dengan SBY, serta memprovokasi dan hasutan-hasutan agar kami berpisah. Kami tidak tergoda dengan provokasi karena dasar koalisi kami jelas, yakni dalam bingkai reformasi. Koalisi yang kami bangun adalah koalisi dengan misi suci yakni untuk memperjuangkan keentingan bangsa, kepentingan Ummat. Bukan kepentingan kaum elit partai.

Dalam konteks Pemilu 2014, mengingat target untuk menjadi tiga besar berarti PKS sudah merasa layak menacalonkan Presiden sendiri. Apa langkag-langkah strategis yang akan dilakukan PKS?
Kaderisasi kepemimpinan di PKS itu pertama-tama digembleng dulu di dalam (internal) PKS, setelah itu diperkenalkan ke publik. Di PKS itu dikenal ada yang disebut poros dakwah atau poros kerja. Poros kerja kita itu ada empat level. Ada yang disebut poros struktural (bagaimana membangun integritas pribadi), poros sosial (berinteraksi dengan masyarakat), poros institusional (kemampuan institusinya yang berkembang), dan terakhir poros kenegaraan (menjadi bupati, gubernur, menteri, dan presiden). Sehingga kaderisasi kepemimpinan PKS memang mengarah kesana. Dan kader-kader PKS yang saat ini menjadi Bupati, Walikota, Gubernur, mapun Menteri merupakan bagian dari kader-kader bangsa ini. Kami dorong agar mereka untuk bekerja dengan baik dan profesional sehingga bisa memperoleh kepercayaan masyarakat. Dan pada saatnya nanti, jika masyarakat percaya maka mereka akan menjadi pemimpin di negeri ini.

Pimpinan nasional dalam pandangan PKS itu bukan hanya Presiden. Ada pimpinan formal (Gubernur, Menteri, Presiden) dan ada pimpinan non formal. Kedua jalur kepemimpinan itu kita dorong untuk terus berkembang. Jadi tidak hanya pimpinan birokrasi pemerintahan atau lembaga-lembaga kenegaraan. Dan pada saatnya kita akan sampai pada kepemimpinan nasional.

PKS mengusung jargon bersih. Bagaimana dengan komitmen PKS ke depan untuk pemberantasan korupsi dikaitkan dengan oknum di partai yang bermasalah?
Saya ingin tegaskan bahwa bersih itu dalam konteks bersih sebagai manusia, bukan sebagai malaikat. Tentu saja ada kekurangan-kekurangan atau kesalahan. PKS bukan partai malaikat, sehingga sangat mungkin berbuat kesalahan. Namun ada mekanisme untuk meminimalisir masalah itu, yakni dengan forum taushiyah atau mekanisme besarnya adalah proses amar makruf nahyi munkar. Yakni mengkonsolidasikan, mengkoordinasikan, dan memobilisir potensi-potensi pada setiap orang untuk bersama-sama melahirkan kebajikan yang bermanfaat bagi seluruh manusia. Kita menyadari bahwa setiap manusia memiliki potensi baik dan buruk (faalhamaha fujuroha wataqwaha). Yang dikonsolidasikan dan dimobilisasi adalah potensi positif kader.

Jika potensi positif dominan maka potensi negatif akan marjinal (tidak hilang sama sekali). Sebaliknya jika yang positif tidak dikelola, akhirnya yang negatif akan muncul kembali ke permukaan sehingga yang positif akan menjadi marjinal. Sedangkan Nahyi munkar, adalah mempersempit ruang gerak potensi negatif dan memperkecil efek-efek buruknya. agar tidak memprovokasi kehidupan masyarakat, tidak merusak dan tidak mengganggu kehidupan sosial masyarakat.

Soal pemberantasan Korupsi, ada atau tidak ada KPK, agenda tersebut harus tetap dijalankan. Dan PKS akan tetap berada di garda terdepan dalam upaya pemberantasan korupsi di negeri ini.


 

KOMENKU :

Apa yang dilakukan PKS dalam Munas terakhir memberikan pelajaran bagi ummat Islam dan bangsa Indonesia. Beberapa pelajaran:

  1. Memakai Hotel Ritz Carlton adalah langkah tepat untuk merehabilitasi nama Islam yang telah dirusak oleh oknum-oknum bombers yang ingin merusak citra Islam. Islam adalah agama damai, agama keselamatan baik bagi ummatnya juga untuk ummat manusia seluruhnya. Bombers bayaran amerika senantiasa berusaha merusak Islam, tindakan mereka sangat merugikan Islam dan ummat Islam.
  2. Indonesia adalah rumah bersama bagi seluruh warga negara Indonesia, baik mereka muslim maupun non muslim. PKS telah membuat grand strategy dalam membangun Indonesia. Dalam merealisasikan Indonesia menjadi civil society yang berlandaskan syariat Islam, tidak mugkin dapat dilakukan oleh PKS sendirian. Perubahan AD/ART partai untuk mengakomodir keanggotaan saudara-saudara non muslim, menurut saya pribadi, adalah langkah yang tepat, dalam rangka membangun Indonesia yang lebih baik. AD/ART bukan kitab suci, sah-sah saja kan diubah, untuk menampung non muslim yang akan mendukung berdiriya Daulah Islamiyyah.


     

TIGA BENTUK PLURALISME BERAGAMA




Kaum Muslimin Rahimakumullah.

Tak bisa kita pungkiri bahwa masyarakat kita adalah masyarakat yang plural, majemuk, beraneka ragam, terdiri dari berbagai suku, bangsa, warna kulit, adat istiadat bahkan keyakinan dan agama. Idealnya, keragaman ini bisa menghasilkan kekuatan masyarakat dan bangsa, bukan malah menjadi bibit permusuhan. Namun untuk mencegah terjadinya permusuhan, bukan berarti hal-hal yang sudah prinsip dan permanen harus diubah-ubah sehingga ada upaya memaksakan "penyesuaian nilai" yang sebenarnya memang tidak bisa disatukan. Upaya pemaksaan penyesuaian nilai ini kemudian diusung oleh satu pemikiran atau paham yang disebut dengan pluralisme sehingga menimbulkan persoalan baru, khususnya pada masyarakat muslim yang tengah berupaya semaksimal mungkin untuk menjadi muslim yang sejati.

Oleh karena itu, dalam konteks inilah kita bisa mengambil peran penting dalam upaya mendudukan makna masyarakat yang plural, suatu masyarakat yang mengakui adanya perbedaan dan keragaman, namun tetap memegang prinsip-prinsip yang memang tidak bisa diintegrasikan menjadi "nilai baru" atau malah "ajaran baru", bahkan banyak orang menyebutnya dengan "agama baru" seperti dalam konsep aqidah dan syari'ah. Dari sinilah kemudian tersedia satu ruang yang terpisah namun tetap dalam kerangka positif yang disebut dengan toleransi atau tasamuh.

Dengan demikian, masyarakat yang pluralis adalah masyarakat yang bekerjasama dalam hal-hal yang disepakati dan toleransi dalam hal-hal yang memang berbeda. Dari sini kita berharap masyarakat menjadi rukun dan damai dengan tetap berpegang pada prinsip masing-masing yang telah diyakininya, bukan harus mencampur adukkan agama yang telah diyakini, karena ini sama saja dengan mencampuradukkan antara yang haq dengan yang bathil .

Saudaraku Kaum Muslimin Yang Berbahagia.

Pluralisme beragama sebenarnya bukan perkara baru bagi kaum muslimin. Sejak awal dakwah yang dikembangkan oleh Rasulullah saw, orang-orang kafir Quraisy sudah memberikan tawaran kepada Rasulullah dan kaum muslimin agar mau berprinsip demikian, hal ini tercermin dalam firman Allah Swt ketika menanggapi ajakan orang-orang kafir agar hari, bulan dan tahun ini kita menyembah Allah Swt dan yang berikutnya menyembah berhala, ayat tersebut berbunyi:


Katakanlah: "Hai orang-orang kafir. Aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah. Dan kamu bukan penyembah Tuhan yang Aku sembah. Dan Aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah. Dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah Tuhan yang Aku sembah. Untukmu agamamu, dan untukkulah, agamaku."(QS Al Kafirun [109]:1-6).

Agar kita tidak terjebak pada sikap pluralisme beragama yang salah, maka kita perlu tahu tiga bentuk pluralisme beragama yang salah. Pertama adalah pluralisme dalam keyakinan. Masing-masing agama memiliki keyakinan yang amat berbeda antara satu dengan lainnya. Karena itu seorang muslim tidak dibenarkan menganut dan membenarkan kayakinan yang dimiliki penganut agama lain, misalnya keyakinan orang-orang kafir untuk mengetahui nasibnya dengan mengundi nasib melalui anak panah yang diistilahkan oleh Al-Qur'an dengan kata Al Azlaam yang artinya anak panah yang belum pakai bulu. orang Arab Jahiliyah menggunakan anak panah yang belum pakai bulu untuk menentukan apakah mereka akan melakukan suatu perbuatan atau tidak. Caranya ialah: mereka ambil tiga buah anak panah yang belum pakai bulu. setelah ditulis masing-masing yaitu dengan: lakukanlah, Jangan lakukan, sedang yang ketiga tidak ditulis apa-apa, diletakkan dalam sebuah tempat dan disimpan dalam Ka'bah. bila mereka hendak melakukan sesuatu Maka mereka meminta supaya juru kunci ka'bah mengambil sebuah anak panah itu. Terserahlah nanti apakah mereka akan melakukan atau tidak melakukan sesuatu, sesuai dengan tulisan anak panah yang diambil itu. kalau yang terambil anak panah yang tidak ada tulisannya, Maka undian diulang sekali lagi. Allah Swt berfirman:


Hai orang-orang yang beriman, Sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan (QS Al Maidah [5]:90).

Jamaah Jum'at Rahimakumullah.

Bentuk kedua dari pluralisme yang salah adalah dalam pluralisme peribadatan. Dalam setiap agama atau keyakinan, pasti ada ritual ibadah, karenanya peribadatan harus dilaksanakan oleh penganut suatu agama dan penganut agama lain tidak dibenarkan mengikuti ibadah mereka. Itu sebabnya, kaum muslimin tidak dibolehkan menjalankan peribadatan yang dilakukan penganut agama lain seperti natal bersama, do'a bersama dan sejenisnya, kita bisa menyimpulkan hal ini berdasarkan firman Allah pada surat Al Kafirun di atas. Ini berarti, kaum muslimin tidak dibenarkan menjalankan peribadatan dalam Islam tapi juga menjalankan peribadatan agama lain atau yang didasari pada keyakinan-keyakinan yang bertentangan dengan nilai-nilai Islam.

Ketiga yang merupakan bentuk pluralisme yang salah adalah pluralisme dalam pelaksanaan syariat. Dalam agama, ada syariat atau ketentuan hukum yang berlaku, karenanya masing-masing penganut agama harus mentaatinya, demikian pula halnya dengan kaum muslimin yang tidak dibenarkan menjalankan sesuatu dengan melanggar syariat, misalnya menikah dengan non muslim, memberikan harta waris kepada keluarga yang kafir dan sebagainya, Allah Swt berfirman:

• • ••

Dan janganlah kamu menikahi wanita-wanita musyrik, sebelum mereka beriman. Sesungguhnya wanita budak yang mukmin lebih baik dari wanita musyrik, walaupun dia menarik hatimu. dan janganlah kamu menikahkan orang-orang musyrik (dengan wanita-wanita mukmin) sebelum mereka beriman. Sesungguhnya budak yang mukmin lebih baik dari orang musyrik, walaupun dia menarik hatimu. mereka mengajak ke neraka, sedang Allah mengajak ke surga dan ampunan dengan izin-Nya. dan Allah menerangkan ayat-ayat-Nya (perintah-perintah-Nya) kepada manusia supaya mereka mengambil pelajaran (QS Al Baqarah [2]:221).

Adapun kawin dengan ahli kitab, yakni orang yang masih koimtmen kepada kitab yang diturunkan sebelum Al Qur'an memang dibolehkan, namun persoalannya, apakah wanita kristen dan Yahudi pada masa sekarang memang masih pantas disebut sebagai ahli kitab?. Allah swt berfirman:




Pada hari Ini dihalalkan bagimu yang baik-baik. makanan (sembelihan) orang-orang yang diberi Al Kitab itu halal bagimu, dan makanan kamu halal (pula) bagi mereka. (dan dihalalkan mangawini) wanita yang menjaga kehormatan diantara wanita-wanita yang beriman dan wanita-wanita yang menjaga kehormatan di antara orang-orang yang diberi Al Kitab sebelum kamu, bila kamu Telah membayar mas kawin mereka dengan maksud menikahinya, tidak dengan maksud berzina dan tidak (pula) menjadikannya gundik-gundik. barangsiapa yang kafir sesudah beriman (Tidak menerima hukum-hukum Islam) Maka hapuslah amalannya dan ia di hari kiamat termasuk orang-orang merugi (QS Al Maidah [5]:5).


Ma'asyiral Muslimin Rahimakumullah.

Dari uraian di atas, kita dapatkan pelajaran bahwa pluralisme dalam agama amat berbahaya bagi kaum muslimin, paling tidak ada dua hal yang amat berbahaya. Pertama, merusak Keyakinan. Hal ini karena seorang muslim menjadi kurang yakin terhadap kebenaran agama yang dianutnya meskipun ia nampak melaksanakannya dalam hal-hal tertentu, Allah Swt berfirman:


Kebenaran itu adalah dari Tuhanmu, sebab itu jangan sekali-kali kamu termasuk orang-orang yang ragu(QS Al Baqarah [2]:147).


Kedua, Kerancuan dalam agama. Kerancuan dalam menjalani kehidupan yang sesuai dengan tuntunan agama tidak bisa dihindari manakala diwujudkan pluralisme dalam beragama, hal ini karena seseorang menjadi tidak mengindahkan lagi ketentuan syariat, sebut saja yang terkait dengan pernikahan sehingga anak yang dihasilkannya dalam penanaman nilai tidak dilakukan tapi malah diberi kebebasan untuk memiliih agama yang mau dipilihnya, Karenanya Allah Swt melarang kita mencampuradukan yang haq (benar) dengan yang bathil (salah)., Allah Swt berfirman:


Dan janganlah kamu campur adukkan yang hak dengan yang bathil dan janganlah kamu sembunyikan yang hak itu, sedang kamu Mengetahui (QS Al Baqarah [2]:42).

Demikian khutbah Jum'at kita yang singkat pada hari ini, semoga bermanfaat bagi kita bersama, amien.


 

From : Facebook

link :http://www.facebook.com/profile.php?id=1136643056&ref=ts#!/notes/ahmad-yani/tiga-bentuk-pluralisme-beragama/403335192851


 

KOMENKU:

Pluralisme dalam beragama sangat jelas haram dan dilarang dalam Islam. Pluralisme yang kita harapkan adalah kebersamaan antara warga negara yang berbeda baik suku, ras, agama, bersinergi dalam membangun bangsa dan negara untuk memberikan kesejahteraan kepada seluruh warga negara, tolong menolong menyelesaikan berbagai permasalahan bangsa.

Jumat, 04 Juni 2010

DATA FBI: 99,6% AKSI TERORIS BUKAN DARI MUSLIM


Para kaum Islamofobia mempopulerkan klaim bahwa "tidak semua muslim adalah teroris, tetapi (hampir) semua teroris adalah Muslim." Meskipun ide ini menjadi aksiomatik di beberapa kalangan, tetapi sangat sederhana hal itu tidak faktual.

Dalam catatan FBI resmi justru menunjukkan bahwa hanya 6% dari serangan teroris di wilayah AS 1980-2005 dilakukan oleh ekstremis Islam. Sisanya 94% berasal dari kelompok-kelompok lainnya (42% dari Latin, 24% dari kelompok sayap kiri ekstrim, 7% dari ekstremis Yahudi, 5% dari komunis, dan 16% dari semua kelompok lain).

Data yang dikumpulkan oleh Europol bahkan lebih menguatkan argumen lebih jauh. Europol menerbitkan laporan tahunan berjudul Terorisme Uni Eropa Situasi dan Laporan Trend. Pada website resmi mereka, Anda dapat mengakses laporan dari 2007, 2008, dan 2009.

Hasilnya jelas, dan tegas membuktikan bahwa tidak semua teroris adalah Muslim. Bahkan, sebuah 99,6% dari serangan teroris di Eropa dilakukan oleh kelompok-kelompok non-Muslim; dan 84,8%-nya berasal dari kelompok separatis yang sama sekali tidak berhubungan dengan Islam.

Artinya, hanya kasus tertentu yang berhubungan dengan Muslim, itupun karena dengan alasan tertentu misalnya karena penindasan, dan jumlahnya hanya 0,4%.

Jadi bagaimana bisa, Muslim adalah teroris?[cintaislam /eramuslim]

Sumber : Mailist grup mualafindonesia, Mei 2010

Dikirim : Nugroho Laison


 


 

Komen :

Hipotesis Muslim=Teroris ternyata tidak terbukti…..

Fakta yang tak terbantahkan Zionis Israel dan USA adalah the Real Teroris

Link aslinya :


 

http://mpac.ie/2010/01/29/europol-report-all-terrorists-are-muslims%E2%80%A6except-the-99-6-that-aren%E2%80%99t/


 

Pengakuan Guru Tentang Ujian Nasional



Assalamu'alaikum wr.wb.,

Ini sebuah email dari seorang guru yang dikirim kepada saya. Saya dapat izin untuk membagikan dengan teman2 yang lain, dan sengaja tidak menyebut nama sang guru yang lapor. (Supaya tidak ditangkap seperti Susno!)

Silahkan membaca.

Wassalamu'alaikum wr.wb.,

Gene

 
 

********

 
 

Assalamu'alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh

Pak Gene, membaca dan menyimak tulisan Bapak tentang "Ini Saatnya Mengubah Peran Guru Dalam Pendidikan Nasional", saya merasa perlu untuk memberikan komentar. Komentar yang saya tulis adalah lebih bersifat pengalaman pribadi.

Saya adalah seorang guru SMK & SMA yang sudah mengajar selama 15 tahun dengan status guru honor lepas. Selama 15 tahun saya mengajar tidak pernah diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) karena sistem pengangkatan PNS yang diperjual-belikan. Sedangkan saya tidak tertarik dengan cara seperti itu. Saya lebih bangga menjadi guru Sa'i (guru ke sana ke mari/mengajar dari sekolah yang satu ke sekolah yang lain), tetapi dengan cara yang "Fair".

Pada saat pelaksanaan Ujian Nasional tingakat SMA tahun ini, saya bertugas sebagai pengawas di salah satu SMA negeri. Pada hari pertama mengawas, saya sudah menemukan kecurangan yang dilakukan oleh siswa (membuka Hp yang berisi kunci jawaban). Hp saya ambil dan saya laporkan kepada panitia ujian di sekolah tersebut. Tetapi saya mendapat jawaban yang kurang enak didengar oleh telinga: "Wah, saya juga dapat sms yang sama di 3 Hp saya Bu, biar nanti siswanya saya tangani". (Itu jawaban yang dikeluarkan dari mulut salah satu panitia ujian di SMA tersebut).

Hari ketiga mengawas, saya menemukan hal yang sama. Seorang siswi yang duduk tepat di depan mata saya membawa secarik kertas yang berisi kunci jawaban. Setelah diperingati dengan isyarat dan kata-kata, siswi tersebut tetep "nekat" dan akhirnya saya mengambil kertas kunci jawaban tersebut.
Peristiwa ini saya tulis dalam berita acara dan ditanda-tangani oleh saya dan satu orang guru yang berasal dari SMA lain.

Pada hari keempat mengawas, saya mendapat sms bahwa saya tidak diperkenankan untuk mengawas dan diminta untuk menghadap kepala sekolah tempat saya mengajar.
Saya dimintai keterangan mengenai hal tersebut. Setelah memberikan penjelasan panjang lebar akhirnya Kepala Sekolah itu berkata bahwa hal ini menjadi masalah besar karena beliau ditelpon oleh Kepala Dinas, Ketua Panitia Ujian Nasional Tingkat Kota sampai Ketua PGRI di kota saya. Dan hari itu juga dilakukan rapat pertemuan diantara mereka pada jam 13.00.

Hari kelima mengawas, saya tetap di skorsing dan anehnya, saya mendapat ancaman yang berisi: Kalau saya memperpanjang masalah ini, maka urusannya bisa panjang dan keselamatan saya terancam (saya akan dibunuh). Dan hari itu juga saya kedatangan tamu seorang polisi yang menanyakan peristiwa tersebut.
Saya tidak gentar walau ada perasaan was-was.

Waktu berlalu, hasil Ujian Nasional diumumkan. Dari hasil pengumuman yang saya baca ternyata semua siswa SMA tempat dimana saya mengawas "LULUS 100%".
Timbul pertanyaan dalam hati kecil saya: "APAKAH INI PENILAIAN YANG OBYEKTIF?"
Saya berusaha mencari jawaban secara diam-diam (seperti detektif amatiran). Akhirnya saya menemukan jawabannya. Ternyata berita acara yang saya buat diganti dengan berita acara yang baru dan tanda tangan saya yang simple dipalsukan. Wah....wah.. ..wah...."HEBAT", dunia pendidikan juga ada mafianya, itu pemikiran saya.

Kejadian tersebut tersebar luas diantara teman sejawat. Sekarang mereka memperlakukan saya acuh tak acuh dan saya mendapatkan stempel "GURU IDEALIS".
Memang sedih rasanya melakukan hal yang "HAK" tetapi harus menerima kenyataan diperlakukan bagaikan orang asing yang baru dikenal.

Saya bukan guru idealis, tetapi saya ingin mendidik anak-anak dengan sikap yang sportif.
Memang berat pak mengahadapi dunia pendidikan di Indonesia, dan saya sudah berkali-kali mendapat benturan di sana-sini hanya demi sebuah kebenaran. (Masih ada pengalaman -pengalaman lain).
Karena dalam hal ini mayoritas guru hanya menjalani pekerjaannya seperti robot, datang-mengajar- pulang.
Sementara minoritas guru yang berusaha untuk memperbaiki dunia pendidikan ini selalu "terkalahkan" oleh yang mayoritas.

Pertanyaan yang ada di benak saya: Sampai kapan pendidikan akan berjalan seperti ini????
Apakah ada wadah guru-guru yang berani berdiri di depan untuk menegakkan kebenaran dan berusaha memperbaiki sistem yang berlaku saat ini????

Rasanya, hanya Allah SWT yang Maha Tahu apa yang ada di dalam hati saya.
Sekarang dan hari-hari selanjutnya saya tetap melakukan aktivitas saya sebagai guru, walaupun dengan situasi dan suasana lingkungan kerja yang tidak seperti biasanya.

 
 

Terima kasih Pak Gene yang sudah mau membaca email saya.

Wassalamu'alaikum warohmatullahi wabarokatuh.

[nama dihapus]


 

Sumber : Mailist grup mualafindonesia, Mei 2010

Dikirim : Gene Netto


 


 

Komen :

Astaghfirulloh …. 600Milyar hanya untuk berdusta…. Dusta yang Kolektif dan Sistematis

Alangkah Lucunya Negeri Ini


 


 


 

TUHAN SEMBILAN SENTI



Oleh: Taufiq Ismail

Indonesia adalah sorga luar biasa ramah bagi perokok,
tapi tempat siksa tak tertahankan bagi orang yang tak merokok,

Di sawah petani merokok, di pabrik pekerja merokok, di kantor pegawai merokok, di kabinet menteri merokok, di reses parlemen anggota DPR merokok, di Mahkamah Agung yang bergaun toga merokok, hansip-bintara- perwira nongkrong merokok, di perkebunan pemetik buah kopi merokok, di perahu nelayan penjaring ikan merokok, di pabrik petasan pemilik modalnya merokok, di pekuburan sebelum masuk kubur orang merokok,

Indonesia adalah semacam firdaus-jannatu- na'im sangat ramah bagi perokok,
tapi tempat siksa kubur hidup-hidup bagi orang yang tak merokok,

Di balik pagar SMU murid-murid mencuri-curi merokok, di ruang kepala sekolah ada guru merokok, di kampus mahasiswa merokok, di ruang kuliah dosen merokok, di rapat POMG orang tua murid merokok, di perpustakaan kecamatan ada siswa bertanya apakah ada buku tuntunan cara merokok,

Di angkot Kijang penumpang merokok, di bis kota sumpek yang berdiri yang duduk orang bertanding merokok, di loket penjualan karcis orang merokok, di kereta api penuh sesak orang festival merokok, di kapal penyeberangan antar pulau penumpang merokok, di andong Yogya kusirnya merokok, sampai kabarnya kuda andong minta diajari pula merokok,

Negeri kita ini sungguh nirwana kayangan para dewa-dewa bagi perokok,
tapi tempat cobaan sangat berat bagi orang yang tak merokok,

Rokok telah menjadi dewa, berhala, tuhan baru, diam-diam menguasai kita,

Di pasar orang merokok, di warung Tegal pengunjung merokok, di restoran di toko buku orang merokok, di kafe di diskotik para pengunjung merokok,

Bercakap-cakap kita jarak setengah meter tak tertahankan abab rokok, bayangkan isteri-isteri yang bertahun-tahun menderita di kamar tidur ketika melayani para suami yang bau mulut dan hidungnya mirip asbak rokok,

Duduk kita di tepi tempat tidur ketika dua orang bergumul saling menularkan HIV-AIDS sesamanya, tapi kita tidak ketularan penyakitnya. Duduk kita disebelah orang yang dengan cueknya mengepulkan asap rokok di kantor atau di stopan bus, kita ketularan penyakitnya. Nikotin lebih jahat penularannya ketimbang HIV-AIDS,

Indonesia adalah sorga kultur pengembangbiakan nikotin paling subur di dunia,
dan kita yang tak langsung menghirup sekali pun asap tembakau itu, bisa ketularan kena,

Di puskesmas pedesaan orang kampung merokok, di apotik yang antri obat merokok, di panti pijat tamu-tamu disilahkan merokok, di ruang tunggu dokter pasien merokok, dan ada juga dokter-dokter merokok,

Istirahat main tenis orang merokok, di pinggir lapangan voli orang merokok, menyandang raket badminton orang merokok, pemain bola PSSI sembunyi-sembunyi merokok, panitia pertandingan balap mobil, pertandingan bulutangkis, turnamen sepakbola mengemis-ngemis mencium kaki sponsor perusahaan rokok,

Di kamar kecil 12 meter kubik, sambil 'ek-'ek orang goblok merokok, di dalam lift gedung 15 tingkat dengan tak acuh orang goblok merokok, di ruang sidang ber-AC penuh, dengan cueknya, pakai dasi, orang-orang goblok merokok,

Indonesia adalah semacam firdaus-jannatu- na'im sangat ramah bagi orang perokok, tapi tempat siksa kubur hidup-hidup bagi orang yang tak merokok,

Rokok telah menjadi dewa, berhala, tuhan baru, diam-diam menguasai kita,

Di sebuah ruang sidang ber-AC penuh, duduk sejumlah ulama terhormat merujuk kitab kuning dan mempersiapkan sejumlah fatwa. Mereka ulama ahli hisap. Haasaba, yuhaasibu, hisaaban. Bukan ahli hisab ilmu falak, tapi ahli hisap rokok. Di antara jari telunjuk dan jari tengah mereka terselip berhala-berhala kecil, sembilan senti panjangnya, putih warnanya, ke mana-mana dibawa dengan setia, satu kantong dengan kalung tasbih 99 butirnya,

Mengintip kita dari balik jendela ruang sidang, tampak kebanyakan mereka memegang rokok dengan tangan kanan, cuma sedikit yang memegang dengan tangan kiri. Inikah gerangan pertanda yang terbanyak kelompok ashabul yamiin dan yang sedikit golongan ashabus syimaal?

Asap rokok mereka mengepul-ngepul di ruangan AC penuh itu. Mamnu'ut tadkhiin, ya ustadz. Laa tasyrabud dukhaan, ya ustadz. Kyai, ini ruangan ber-AC penuh. Haadzihi al ghurfati malii'atun bi mukayyafi al hawwa'i. Kalau tak tahan, di luar itu sajalah merokok. Laa taqtuluu anfusakum.

Min fadhlik, ya ustadz. 25 penyakit ada dalam khamr. Khamr diharamkan. 15 penyakit ada dalam daging khinzir (babi). Daging khinzir diharamkan. 4000 zat kimia beracun ada pada sebatang rokok. Patutnya rokok diapakan?

Tak perlu dijawab sekarang, ya ustadz. Wa yuharrimu 'alayhimul khabaaith. Mohon ini direnungkan tenang-tenang, karena pada zaman Rasulullah dahulu, sudah ada alkohol, sudah ada babi, tapi belum ada rokok.

Jadi ini PR untuk para ulama. Tapi jangan karena ustadz ketagihan rokok, lantas hukumnya jadi dimakruh-makruhkan, jangan,

Para ulama ahli hisap itu terkejut mendengar perbandingan ini. Banyak yang diam-diam membunuh tuhan-tuhan kecil yang kepalanya berapi itu, yaitu ujung rokok mereka. Kini mereka berfikir. Biarkan mereka berfikir. Asap rokok di ruangan ber-AC itu makin pengap, dan ada yang mulai terbatuk-batuk,

Pada saat sajak ini dibacakan malam hari ini, sejak tadi pagi sudah 120 orang di Indonesia mati karena penyakit rokok. Korban penyakit rokok lebih dahsyat ketimbang korban kecelakaan lalu lintas, lebih gawat ketimbang bencana banjir, gempa bumi dan longsor, cuma setingkat di
bawah korban narkoba,

Pada saat sajak ini dibacakan, berhala-berhala kecil itu sangat berkuasa di negara kita, jutaan jumlahnya, bersembunyi di dalam kantong baju dan celana, dibungkus dalam kertas berwarni dan berwarna, diiklankan dengan indah dan cerdasnya,

Tidak perlu wudhu atau tayammum menyucikan diri, tidak perlu ruku' dan sujud untuk taqarrub pada tuhan-tuhan ini, karena orang akan khusyuk dan fana dalam nikmat lewat upacara menyalakan api dan sesajen asap tuhan-tuhan ini,

Rabbana, beri kami kekuatan menghadapi berhala-berhala ini.


 

Sumber : Mailist grup mualafindonesia, Juni 2010

Dikirim : Arif Setiawan


 


 

Komen :

Ayo temen2 yang masih merokok, mari kita hentikankebiasaan merokok…

Hentikan kebiasaan mendzolimi diri sendiri

Selasa, 02 Maret 2010

LANGKAH SYETAN MENELANJANGI WANITA

Bismillahirrohmaani rrohiim


 

Hai Nabi katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin: Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha pengampun lagi Maha penyayang. QS. Al-Ahzab (33) : 59.

Katakanlah kepada wanita yang beriman : Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak daripadanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya, kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putra-putra mereka, atau putra-putra suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita Islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertobatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung. QS. An-Nur (24) : 31.

Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam secara keseluruhannya, dan janganlah kamu turut langkah-langkah setan. Sesungguhnya setan itu musuh yang nyata bagimu. QS. Al-Baqarah (2) : 208.

Syaitan telah menguasai mereka lalu menjadikan mereka lupa mengingat Allah; mereka itulah golongan setan. Ketahuilah, bahwa sesungguhnya golongan setan itulah golongan yang merugi. QS. Al-Mujadilah (58) : 19.

Setan dalam menggoda manusia memiliki berbagai macam strategi, dan yang sering dipakai adalah dengan memanfaatkan hawa nafsu, yang memang memiliki kecenderungan mengajak kepada keburukan (ammaratun bis su). Setan tahu persis kecenderungan nafsu kita, dia terus berusaha agar manusia keluar dari garis yang telah ditentukan Allah Subhanahu Wa Ta ala, termasuk melepaskan hijab atau pakaian muslimah. Berikut ini tahapan-tahapannya.

I.        Menghilangkan Definisi Hijab

Dalam tahap ini setan membisikkan kepada para wanita, bahwa pakaian apapun termasuk hijab (penutup) itu tidak ada kaitannya dengan agama, ia hanya sekedar pakaian atau mode hiasan bagi para wanita. Jadi tidak ada pakaian syar i, pakaian ya pakaian, apa pun bentuk dan namanya.

Sehingga akibatnya, ketika zaman telah berubah, atau kebudayaan manusia telah berganti, maka tidak ada masalah pakaian ikut ganti juga. Demikian pula ketika seseorang berpindah dari suatu negeri ke negeri yang lain, maka harus menyesuaikan diri dengan pakaian penduduknya, apapun yang mereka pakai.

Berbeda halnya jika seorang wanita berkeyakinan, bahwa hijab adalah pakaian syar i (identitas keislaman), dan memakainya adalah ibadah bukan sekedar mode. Biarpun hidup kapan saja dan di mana saja, maka hijab syar i tetap dipertahankan.

Apabila seorang wanita masih bertahan dengan prinsip hijabnya, maka setan beralih dengan strategi yang lebih halus. Caranya ?

 1.         Membuka Bagian Tangan

Telapak tangan mungkin sudah terbiasa terbuka, maka setan membisik kan kepada para wanita agar ada sedikit peningkatan model yakni membuka bagian hasta (siku hingga telapak tangan). Ah tidak apa-apa, kan masih pakai jilbab dan pakai baju panjang ? Begitu bisikan setan. Dan benar sang wanita akhirnya memakai pakain model baru yang menampakkan tangannya, dan ternyata para lelaki yang melihat nya juga biasa-biasa saja. Maka setan berbisik, Tuh tidak apa-apa kan ?

             2.         Membuka Leher dan Dada

Setelah menampakkan tangan menjadi kebiasaan, maka datanglah setan untuk membisikkan hal baru lagi. Kini buka tangan sudah lumrah, maka perlu ada peningkatan model pakaian yang lebih maju lagi, yakni terbuka bagian atas dada kamu. Tapi jangan sebut sebagai pakaian terbuka, hanya sekedar sedikit untuk mendapatkan hawa atau udara, agar tidak gerah. Cobalah ! Orang pasti tidak akan peduli, sebab hanya bagian kecil saja yang terbuka.

 Maka dipakailah pakaian model baru yang terbuka bagian leher dan dadanya dari yang model setengah lingkaran hingga yang model bentuk huruf V yang tentu menjadikan lebih terlihat lagi bagian sensitif lagi dari dadanya.

 3.         Berpakian Tapi Telanjang

Setan berbisik lagi, Pakaian kok hanya gitu-gitu saja, cari model atau bahan lain yang lebih bagus! Tapi apa ya ? Sang wanita bergumam.... Banyak model dan kain yang agak tipis, lalu bentuknya dibuat yang agak ketat biar lebih enak dipandang, setan memberi ide baru.

 Maka tergodalah si wanita, di carilah model pakaian yang ketat dan kain yang tipis bahkan transparan. Nggak apa-apa kok, kan potongan pakaiannya masih panjang, hanya bahan dan modelnya saja yang agak berbeda, biar nampak lebih feminin, begitu dia menambahkan. Walhasil pakaian tersebut akhirnya membudaya di kalangan wanita muslimah, makin hari makin
bertambah ketat dan transparan, maka jadilah mereka wanita yang disebut oleh Nabi sebagai wanita kasiyat ariyat (berpakaian tetapi telanjang).

 Ada dua golongan dari penduduk neraka yang belum pernah aku lihat: [1] Suatu kaum yang memiliki cambuk seperti ekor sapi untuk memukul manusia dan [2] para wanita yang berpakaian tapi telanjang, berlenggak-lenggok, kepala mereka seperti punuk unta yang miring. Wanita seperti itu tidak akan masuk surga dan tidak akan mencium baunya, walaupun baunya tercium selama perjalanan sekian dan sekian. (HR. Muslim no. 2128)

 4.         Agak di Buka Sedikit

Setelah para wanita muslimah mengenakan busana yang ketat, maka setan datang lagi. Dan sebagaimana biasanya dia menawarkan ide baru yang sepertinya segar dan enak, yakni dibisiki wanita itu, Pakaian seperti ini membuat susah berjalan atau duduk, soalnya sempit, apa nggak sebaiknya di belah hingga lutut atau mendekati paha? Dengan itu kamu akan lebih leluasa, lebih kelihatan lincah dan enerjik.

Lalu dicobalah ide baru itu, dan memang benar dengan dibelah mulai bagian bawah hingga lutut atau mendekati paha ternyata membuat lebih enak dan leluasa, terutama ketika akan duduk atau naik ke jok mobil. Yah tersingkap sedikit nggak apa-apa lah, yang penting enjoy, katanya.

Inilah tahapan awal setan merusak kaum wanita, hingga tahap ini pakaian masih tetap utuh dan panjang, hanya model, corak, potongan dan bahan saja yang dibuat berbeda dengan hijab syar i yang sebenarnya. Maka kini mulailah setan pada tahapan berikutnya.

II.         Terbuka Sedikit Demi Sedikit

Kini setan melangkah lagi, dengan trik dan siasat lain yang lebih ampuh, tujuannya agar para wanita menampak kan bagian aurat tubuhnya.

1.         Membuka Telapak Kaki dan Tumit.

Setan Berbisik kepada para wanita, Baju panjang benar-benar membuat repot, kalau hanya dengan membelah sedikit bagiannya masih kurang leluasa, lebih enak kalau di potong saja hingga atas mata kaki. Ini baru agak longgar. Oh ada yang kelupaan, kalau kamu bakai baju demikian, maka jilbab yang besar tidak cocok lagi, sekarang kamu cari jilbab yang kecil agar lebih serasi dan gaul, toh orang tetap menamakannya dengan jilbab.


 

Maka para wanita yang terpengaruh dengan bisikan ini buru-buru mencari model pakaian yang dimaksudkan. . Tak ketinggalan sepatu hak tinggi, yang kalau untuk berjalan mengeluarkan suara yang menarik perhatian orang.

2.         Membuka Seperempat Hingga Separuh Betis

Terbuka telapak kaki telah biasa ia lakukan, dan ternyata orang orang yang melihat juga tidak begitu peduli. Maka setan kembali berbisik, Ternyata kebanyakan manusia menyukai apa yang kamu lakukan, buktinya mereka tidak bereaksi apa-apa, kecuali hanya beberapa orang. Kalau langkah kakimu masih kurang leluasa, maka cobalah kamu cari model lain yang lebih enak, bukankah kini banyak rok setengah betis dijual di pasaran ? Tidak usah terlalu mencolok, hanya terlihat kira-kira sepuluh senti saja. (naik sedikit) Nanti kalau sudah terbiasa, baru kamu cari model baru yang terbuka hingga setengah betis.

Benar-benar bisikan setan dan hawa nafsu telah menjadi penasehat pribadinya, sehingga apa yang saja yang dibisikkan setan dalam jiwanya dia turuti. Maka terbiasalah dia memakai pakaian yang terlihat separuh betisnya kemana saja dia pergi.

3.         Terbuka Seluruh Betis

Kini di mata si wanita, zaman benar-benar telah berubah, setan telah berhasil membalikkan pandangan jernihnya. Terkadang sang wanita berpikir, apakah ini tidak menyelisihi para wanita di masa Nabi dahulu. Namun buru-buru bisikan setan dan hawa nafsu menyahut, Ah jelas enggak, kan sekarang zaman sudah berubah, kalau zaman dulu para lelaki mengangkat pakaiannya hingga setengah betis, maka wanitanya harus menyelisihi dengan menjulurkannya hingga menutup telapak kaki, tapi kini lain, sekarang banyak laki-laki yang menurunkan pakaiannya hingga bawah mata kaki, maka wanitanya harus menyelisihi mereka yaitu dengan mengangkatnya hingga setengah betis atau kalau perlu lebih ke atas lagi, sehingga nampak seluruh betisnya.

Tetapi apakah itu tidak menjadi fitnah bagi kaum laki-laki,.. gumamnya. Fitnah ? Ah itu kan zaman dulu, di masa itu kaum laki-laki tidak suka kalau wanita menampakkan auratnya, sehingga wanita-wanita mereka lebih banyak di rumah dan pakaian mereka sangat tertutup. Tapi sekarang sudah berbeda, kini kaum laki-laki kalau melihat bagian tubuh wanita yang terbuka malah senang dan mengatakan ooh atau wow, bukankah ini berarti sudah tidak ada lagi fitnah, karena sama-sama suka? Lihat saja model pakaian di sana-sini, dari yang di emperan hingga yang yang bermerek kenamaan, seperti Cristian Dior, semuanya menawarkan model yang dirancang khusus untuk wanita maju di zaman ini. Kalau kamu tidak mengikuti model itu akan menjadi wanita yang ketinggalan zaman.

Demikianlah, maka pakaian yang menampakkan seluruh betis biasa dia kenakan, apalagi banyak para wanita yang memakainya dan sedikit sekali orang yang mempermasalahkan itu. Kini tibalah saatnya setan melancarkan tahap terakhir dari siasatnya untuk melucuti hijab wanita.

 III.       Serba Mini

 Setelah pakaian yang menampak kan betis menjadi pakaian sehari-hari dan dirasa biasa-biasa saja, maka datanglah bisikan setan yang lain. Pakaian membutuhkan variasi, jangan itu-itu saja, sekarang ini modelnya rok mini, dan agar serasi rambut kepala harus terbuka, sehingga benar-benar kelihatan indah.

Maka akhirnya rok mini yang menampakkan bagian bawah paha dia pakai, bajunya pun bervariasi, ada yang terbuka hingga lengan tangan, terbuka bagian dada sekaligus bagian punggung nya dan berbagai model lain yang serba pendek dan mini. Koleksi pakaiannya sangat beraneka ragam, ada pakaian pesta, berlibur, pakaian kerja, pakaian resmi, pakaian malam, sore, musim panas, musim dingin dan lain-lain, tak ketinggalan celana pendek separuh paha pun dia miliki, model dan warna rambut juga ikut bervariasi, semuanya telah dicoba.

Begitulah sesuatu yang sepertinya mustahil untuk dilakukan, ternyata kalau sudah dihiasi oleh setan, maka segalanya menjadi serba mungkin dan diterima oleh manusia.

Hingga suatu ketika, muncul ide untuk mandi di kolam renang terbuka atau mandi di pantai, di mana semua wanitanya sama, hanya dua bagian paling rawan saja yang tersisa untuk ditutupi, kemaluan dan buah dada. Mereka semua mengenakan pakaian yang sering disebut dengan bikini. Karena semuanya begitu, maka harus ikut begitu, dan na udzu billah bisikan setan berhasil, tujuannya tercapai, Menelanjangi Kaum Wanita. Selanjutnya terserah kamu wahai wanita, kalian semua sama, telanjang di hadapan laki-laki lain, di tempat umum. Aku berlepas diri kalau nanti kelak kalian sama-sama di neraka. Aku hanya menunjukkan jalan, engkau sendiri yang melakukan itu semua, maka tanggung sendiri semua dosamu, Setan tak mau ambil resiko.

Dan berkatalah syaitan tatkala perkara (hisab) telah diselesaikan: Sesungguhnya Allah telah menjanjikan kepadamu janji yang benar, dan aku pun telah menjanjikan kepadamu tetapi aku menyalahinya.  Sekali-kali tidak ada kekuasaan bagiku terhadapmu, melainkan (sekedar) aku menyeru kamu lalu kamu mematuhi seruanku, oleh sebab itu janganlah kamu mencerca aku, akan tetapi cercalah dirimu sendiri.  Aku sekali-kali tidak dapat menolongmu dan kamu pun sekali-kali tidak dapat menolongku. Sesungguhnya aku tidak membenarkan perbuatanmu mempersekutukan aku (dengan Allah) sejak dahulu. Sesungguhnya orang-orang yang lalim itu mendapat siksaan yang pedih. QS. Ibrahim (14) : 22.

 Dan berkatalah orang-orang yang mengikuti: Seandainya kami dapat kembali (ke dunia), pasti kami akan berlepas diri dari mereka, sebagaimana mereka berlepas diri dari kami. Demikianlah Allah memperlihatkan kepada mereka amal perbuatannya menjadi sesalan bagi mereka; dan sekali-kali mereka tidak akan ke luar dari api neraka. QS. Al-Baqarah (2) : 167

Demikian halus, cara yang digunakan setan, sehingga manusia terjerumus dalam dosa tanpa terasa. Maka hendaklah kita semua, terutama orang tua jika melihat gejala menyimpang pada anak-anak gadis dan para wanita kita sekecil apapun, segera secepatnya diambil tindakan. Jangan biarkan berlarut larut, karena kalau dibiarkan dan telah menjadi kebiasaan, maka sangat sulit bagi kita untuk mengatasinya.

Membiarkan mereka membuka aurat berarti merelakan mereka mendapatkan laknat Allah Subhanahu Wa Ta ala, kasihanilah mereka, mari selamatkan para wanita muslimah, jangan jerumuskan mereka ke dalam kebinasaan yang menyengsarakan, baik di dunia maupun di akhirat.

Wallahu a lam bis shawab.


 

Dari: Milist Mualaf Indonesia by Mujiarto Karuk

Selasa, 23 Februari 2010

Saat Sifat Buruk Ditanggalkan, Sifat Baik Bermekaran


 

Anda pernah bertemu dengan orang yang sering bersikap negatif? Cara berpikirnya negatif. Cara bicaranya negatif. Cara menyampaikan pendapatnya negatif. Caranya memandang seisi dunia pun negatif. Sebaliknya, anda juga pasti pernah bertemu dengan orang yang sering bersikap positif. Segala sesuatu yang keluar dari mulutnya positif. Tulisan-tulisannya positif. Perilakunya positif. Dan caranya memandang seisi dunia juga positif. Pertanyaannya adalah; apakah perbedaan sikap kedua orang ini disebabkan oleh 'perbedaan gen' dalam dirinya, atau perbedaan pilihan hidup yang diambilnya?

 
 

Jika berkunjung ke lapangan olah raga komplek kami,  anda akan melihat pohon mangga yang tinggi dan besar. Dari kejauhan daunnya terlihat hijau rindang, disertai ranting-ranting bersilangan. Namun, kalau melihatnya dari dekat; anda akan tahu bahwa daun-daun hijau nan subur itu bukanlah daun mangga. Melainkan daun benalu yang tebal dan menjalar. Tidaklah mengherankan jika pohon mangga itu enggan berbuah.  Kira-kira sebulan yang lalu, kami memotong sebagian pohon mangga itu. Terutama dicabang-cabangnya yang ditumbuhi para benalu. Tidak disangka, ternyata sedemikian banyaknya benalu itu sehingga sebuah mobil bak terbuka harus bolak-balik mengangkut sampahnya.

 
 

Hari minggu kemarin, saya berkumpul bersama beberapa warga lain dilapangan itu. Dan tanpa sengaja, kami melihat pohon mangga itu. Kami semua terkagum-kagum dengan pemadangan itu. Kenapa? Karena, sekarang pohon mangga itu dipenuhi oleh pucuk-pucuk daun muda yang besar-besar dan subur-subur. Sekarang, saya menjadi lebih faham; mengapa para bijak bestari sering menasihatkan kita untuk menghilangkan sifat-sifat buruk yang kita miliki. Sebab seperti benalu itu; sifat buruk menyebabkan sifat-sifat baik didalam diri kita enggan muncul ke permukan.

 
 

Memang, ada orang yang percaya bahwa sifat baik dan buruk seseorang itu sudah tercetak dalam kode-kode genetiknya. Sehingga, ada ilmuwan yang menduga bahwa orang-orang tertentu dilahirkan dengan bakat menjadi penjahat. Tapi, tidak pernah ada kesepakatan tentang kebenaran dugaan ini. Tuhan tidak adil jika menciptakan orang-orang tertentu dengan gen untuk menjadi manusia picik, berpikiran sempit, dan senang berprasangka buruk. Padahal, Dia menciptakan orang lainnya dengan gen untuk menjadi manusia yang baik, berperangai terpuji, serta sopan dan santun kepada lingkungannya.

 
 

Guru ngaji saya sewaktu disurau dulu menjelaskan kalau Tuhan berfirman bahwa; "Pada saat meniupkan ruh kehidupan kepada janin manusia, Dia memasukkan kecenderungan sifat manusia kepada kebaikan, dan keburukan." Oleh karenanya kelak ketika dewasa, seorang manusia memiliki kendali penuh atas dirinya sendiri. Apakah dia memilih menjadi manusia yang berperangai baik, atau buruk.

 
 

Sayang sekali jika memilih untuk membiarkan sifat-sifat buruk tumbuh subur didalam diri kita. Sebab, saat kita memilih untuk menjadi buruk; sifat-sifat baik kita terkunci rapat. Misalnya, ketika kita memilih untuk memaki orang lain, maka sifat toleran kita tidak kelihatan. Saat kita malas, maka sifat rajin kita hilang. Saat kita membenci orang lain, maka sifat penyayang kita terkekang. Sebaliknya, ketika kita memilih untuk teguh hati, maka sifat cengeng langsung hengkang. Saat kita menghormati hak orang lain untuk berpendapat, maka sifat sok benar sendiri kita tidak mendapat tempat. Dan, saat kita memilih untuk berakhlak mulia, maka perilaku-perilaku tak terpuji kita pergi.

 
 

Apa peduli elu? Hidup, hidup gua. Mulut, mulut gua. Terserah mau gua pake apa! Ada orang yang berprinsip begitu? Banyak. Kita pun kadang-kadang demikian.  Namun, kita lupa bahwa manfaat bersikap baik itu bukan untuk orang lain. Melainkan bagi diri kita sendiri. Sebab, jika kita berperilaku baik kepada orang lain, kemudian orang lain merespon dengan hal-hal yang baik pada kita; maka yang untung adalah kita. Sebaliknya, jika kita bersikap buruk kepada orang lain, lalu orang lain membenci kita, menjauhi kita, dan mengucilkan kita; maka kita akan kehilangan banyak kesempatan.  

 
 

Oleh karena itu, sudah saatnya untuk menyadari bahwa berperilaku buruk itu sama sekali tidak memberi manfaat apapun kepada diri sendiri. Apakah dalam konteks hubungan sosial antar manusia, ataupun dalam konteks pekerjaan. Karena, jika kita membawa sifat-sifat buruk itu ke tempat kerja, misalnya; maka percayalah, kita tidak akan disukai teman. Tidak disayangi atasan. Tidak dihormati pelanggan. Sehingga pasti kita akan menjadi pegawai yang gagal. Sebaliknya, ada hadiah istimewa bagi mereka yang membawa perangai baiknya ke tempat kerja. Sebab, dengan sifat-sifatnya yang baik itu; dia akan selalu mendapatkan tempat terhormat, dimanapun dia berada.

 
 

Dibeberapa cabang pohon mangga itu sekarang bermunculan bunga-bunga bakal buah. Padahal, ini bukan musim mangga berbuah, loh. Semoga saja, hidup kita juga demikian. Ketika semua sifat buruk dari dalam diri kita dibuang; maka segala sesuatu yang kita lakukan akan membuahkan hasil. Bahkan, dalam bentuk dan jumlah yang tidak pernah kita bayangkan.

 
 

Pantaslah kalau Tuhan kemudian berfirman:"Janganlah Engkau mencampur adukkan kebenaran dengan kebatilan". Karena ternyata benar bahwa keburukan-keburukan sifat kita bisa menyingkirkan sifat baik. Sebaliknya, sifat baik kita bisa mengusir sifat buruk. Jadi, bagaimana caranya menjadi orang baik? Gampang; tanggalkan semua sifat buruk dari dalam diri kita. Karena, ketika benalu yang menempel di batang pohon mangga itu kita buang; dia menemukan kembali kegairahan hidupnya. Kemudian pucuk-pucuk daun yang indah bermunculan. Dan bunga-bunganya, bermekaran.

 
 

Mari Berbagi Semangat!

Dadang Kadarusman

"The Golden Triangle Of Leadership" Learning Facilitator  

http://www.dadangka darusman. com/  

 
 

Senin, 08 Februari 2010

THE POWER OF KEPEPET

"Seandainya sekarang Anda tidak memiliki uang tabungan. Penghasilan pun
kurang dari 5 juta sebulan. Apakah Anda bisa mendapatkan uang 50 juta,
jam 9 esok hari?" Saat saya menanyakan pertanyaan ini kepada peserta
seminar, hampir semua menjawab, tidak bisa. Kenapa? Karena mereka
mengukur kemampuannya berdasarkan kondisi normal mereka. Dengan
penghasilan 5 juta perbulan, jika saving-nya 2 juta perbulan, maka perlu
25 bulan untuk mendapatkan 50 juta.

 
 

Bagaimana jika pertanyaan saya ubah? Seandainya, malam hari
ini, anak Anda atau orang yang paling Anda sayangi mendadak sakit keras.
Dokter mendiagnosa ada sebuah tumor ganas yang harus dioperasi besok
juga, jika tidak, maka nyawanya akan melayang. Sedangkan operasi hanya
bisa dilaksanakan jika Anda menyerahkan uang tunai sejumlah 50 juta
rupiah sebelum jam 9 esok hari. Bagaimana? Apakah Anda masih akan
mengatakan tidak bisa? Mayoritas akan menjawab, "Harus bisa". Kenapa?
Karena kepepet, jika tidak, nyawa orang yang kita cintai tsb akan
melayang.

 
 

Jadi sebenarnya jika dalam kondisi yang kepepet dan tidak
diberikan pilihan untuk "tidak bisa", manusia akan mencari jalan untuk
berpikir "bagaimana harus bisa". Tetapi kenapa sukses, kaya,
membahagiakan orang tua atau keluarga, seolah bukan suatu kebutuhan yang
mendesak? Sesungguhnya manusia telah diciptakan dengan potensi luar
biasa, di luar apa yang kita pikirkan. Hanya saja potensi tersebut
seringkali hanya akan keluar pada kondisi terdesak, seperti seorang
nenek bisa melompat dari gedung setinggi 5 meter, saat kebakaran.

 
 

KEPEPET VS IMING-IMING

 
 

Ada 2 sebab yg membuat orang tak tergerak untuk berubah.
Yang pertama adalah impiannya kurang kuat, yang kedua tidak kepepet. Dua
hal tersebut yang seringkali disebut orang sebagai motivasi. Kesalahan
fatal yang timbul oleh sebagian besar motivator ataupun trainer motivasi
lainnya adalah hanya menggunakan impian sebagai 'iming-iming' untuk
menggerakkan audiens. "Apa Impian anda? Siapa yang impiannya punya mobil
mewah? Rumah mewah? atau bahkan kapal pesiar?" Memang, saat di ruang
seminar, mereka sangat terbawa dan termotivasi oleh sang motivator. Tapi
masalahnya, sepulang dari seminar, mereka dihantam kemalasan, mungkin
juga halangan-halangan bahkan seringkali oleh orang-orang yang mereka
sayangi. Apa jadinya? Mereka tetap diam ditempat.

 
 

Contoh yang kedua, ada seorang salesman yang bekerja di
suatu perusahaan. Seperti perusahaan lainnya, mereka menerapkan sistem
bonus. "Jika anda mencapai target yang telah ditentukan, maka anda akan
mendapat bonus jalan-jalan keluar negeri!" kata managernya. "Gimana,
semangat?" lanjut manager berinteraksi. "Semagaat..ngat. .ngat!" sambut
salesman, sambil mengepalkan tangannya seolah siap tempur. Bulan demi
bulan pun berlalu tanpa pencapaian target. Kemudian si manager
bertanya,"Apa bonus yang aku tawarkan kurang besar?". "Enggak kok Pak,
cukup besar, mudah-mudahan bulan depan tercapai Pak". Setelah 3 bulan
masa 'iming-iming' tak berhasil, si manager mulai mengubah strategi. Dia
berteriak agak menekan di dalam meetingnya," Pokoknya, jika anda tidak
bisa mencapai target penjualan yang sudah saya tetapkan, anda saya
PECAT!". Nah, keluarlah keringat dingin si salesman. Sekeluar dari
ruangan dia langsung menyambangi calon-calon customernya, kerjanyapun
semakin giat. Malas, malu, nggak pe-denya hilang seketika. Kok bisa?
Karena KePePet! Yang dia pikirkan, jika dia tidak dapat memenuhi target,
dia akan dipecat. Jika dipecat, penghasilannya akan nol. "Trus anak
istriku makan apa?" pikirnya. Anehnya, target penjualan yang selama ini
tidak pernah tercapai, bisa juga terlampaui. Itulah yang disebut The
Power of Kepepet.

 
 

97% orang termotivasi karena Kepepet, bukan karena
iming-iming. Maka dari itu ada pepatah mengatakan bahwa "Kondisi Kepepet
adalah motivasi terbesar di dunia!". Banyak perusahaan mengkampanyekan
Visi besarnya kepada seluruh karyawannya. Apa jawab mereka? "Emang gua
pikirin!". Bukannya salah karyawan yang tidak peduli terhadap visi
perusahaan, tapi karena visi itu tak terlihat oleh karyawan. Mereka
lebih termotivasi oleh sesuatu yang berupa ancaman, baik situasi dimasa
mendatang ataupun berupa punishment. John P. Kotter (Harvard Business
Review) mengemukakan "Establishing Sense of Urgentcy" adalah langkah
pertama untuk menggerakkan perubahan dalam suatu organisasi. Dengan
melihat ancaman-ancaman terhadap kompetisi dan krisis, membuat mereka
tergerak, sebelum mengkomunikasikan visi. Fungsi Visi adalah memberikan
arah, sedangkan The Power of Kepepet yang mendorong untuk bergerak.

 
 

MENCIPTAKAN KONDISI KEPEPET

 
 

Coba amati biografi orang-orang sukses, banyak dari mereka
yang 'kepepet' sebelumnya. Seperti pegas, saat kita tekan, maka akan
menimbulkan gaya tolak yang lebih besar. Trus, apa yang harus kita
lakukan? Cara pertama untuk mengeluarkan 'potensi kepepet' kita, dengan
cara menvisualisasikan (membayangkan) seolah-olah kita dalam kondisi
kepepet, maka kita akan memfungsikan organ tubuh dan hormon-hormon kita,
bekerja secara maksimal. Misalnya, bayangkan jika hari ini Anda di-PHK,
apa yang Anda rasakan?

 
 

Cara kedua, menciptakan kondisi kepepet secara fisik.
Misalnya dengan berhutang untuk modal usaha, secara otomatis akan
membuat kita termotivasi untuk mengembalikan hutang. Atau, bisa juga
kita terima orderan langsung, meskipun usaha belum mulai. Ada juga yang
memberanikan diri membayar DP (uang muka) sewa ruko/ kios, setelah itu
terpaksa berpikir bagaimana melunasinya. Jika Anda masih single dan
tidak punya tanggungan keluarga, mungkin Anda mau langsung mencoba
keluar kerja dan mulai usaha?! Semua itu pilihan Anda lho, jangan
salahkan saya untuk risikonya. Tergantung dari karakter masing-masing
orang. Saya menempuh cara yang terakhir, cukup konyol, tapi berhasil.
Namun jangan lupa, Integritas dan Kredibilitas tetap harus dijaga.

 
 

Cara manapun yang akan Anda pilih, yang penting MELANGKAH,
jangan kebanyakan mikir atau sekedar membaca tulisan saya ini. Karena
kehidupan Anda tidak akan berubah hanya dengan membaca, tapi dengan
ACTION.

 
 

"Jika rasa sakit terhadap kondisi sekarang tidak kuat, orang tak akan
beranjak untuk berubah"

 
 

FIGHT!

SUMBER : YUKBISNIS.COM

Dikirim dari Milist [SMAN11BDG] Selasa, 9 Februari, 2010 10:37 Dari: "Yeyen Sudaryani"


 


 

Rabu, 03 Februari 2010

TANDA-TANDA HARI KIAMAT

Assalamu'alaikum wr wb,

Hari Kiamat adalah hari kehancuran alam semesta ini di mana
semua manusia dan makhluk lainnya akan mati. Hari Kiamat adalah awal di mana
manusia yang jahat, korup, suka membunuh akan mendapat balasan berupa siksa
neraka dan orang-orang yang baik akan mendapat ganjaran surga.

"Hai manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu; sesungguhnya
kegoncangan hari kiamat itu adalah suatu kejadian yang sangat besar (dahsyat)."
[Al Hajj 1]

Tidak ada manusia yang mengetahui kapan terjadinya hari
Kiamat. Tidak juga Nabi. Hanya Allah yang mengetahuinya.

"Mereka menanyakan kepadamu tentang kiamat: "Kapan
terjadinya?" Katakanlah: "Sesungguhnya pengetahuan tentang kiamat itu
adalah pada sisi Tuhanku; tidak seorangpun yang dapat menjelaskan waktu
kedatangannya selain Dia. Kiamat itu amat berat (huru haranya bagi makhluk)
yang di langit dan di bumi. Kiamat itu tidak akan datang kepadamu melainkan
dengan tiba-tiba." Mereka bertanya kepadamu seakan-akan kamu benar-benar
mengetahuinya. Katakanlah: "Sesungguhnya pengetahuan tentang bari kiamat itu adalah di
sisi Allah, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui." [Al A'raaf 187]

Meski demikian, Nabi menceritakan tanda-tanda Hari Kiamat.
Tanda-tanda Hari Kiamat ada 2, yaitu Tanda-tanda Kiamat Kecil dan Tanda-tanda
Kiamat Besar. Tanda-tanda Kiamat Kecil, yaitu meski sudah dekat, namun waktunya
masih cukup lama. Ada pun tanda-tanda Kiamat besar, jika semuanya sudah terjadi, maka Kiamat pun
segera tiba.

Saat ini tanda-tanda kecil hari kiamat sudah dan tengah
terjadi dimulai dengan diutusnya Nabi Muhammad SAW.

Di antara tanda-tanda kiamat kecil adalah:

1. Diutusnya Rasulullah saw

Hadis riwayat Sahal bin Saad ra., ia berkata:
Aku mendengar Nabi saw. bersabda sambil memberikan isyarat
dengan jari telunjuk dan jari tengah: Waktu aku diutus (menjadi rasul) dan
waktu hari kiamat adalah seperti ini (mengisyaratkan dekatnya waktu kiamat).
(Shahih Muslim No.5244)

Hadis riwayat Anas bin Malik ra., ia berkata:
Rasulullah saw. bersabda: Waktu aku diutus (menjadi rasul)
dan waktu hari kiamat adalah seperti jarak antara kedua jari ini. (Shahih
Muslim No.5245)

Jabir r.a. berkata, "Adalah Rasulullah saw. jika beliau
khutbah memerah matanya, suaranya keras, dan penuh dengan semangat seperti
panglima perang, beliau bersabda, '(Hati-hatilah) dengan pagi dan sore kalian.'
Beliau melanjutkan, 'Aku diutus dan hari Kiamat seperti ini.' Rasulullah saw.
mengibaratkan seperti dua jarinya antara telunjuk dan jari tengah. (HR Muslim)

2. Disia-siakannya amanat

Jabir r.a. berkata, tatkala Nabi saw. berada dalam suatu
majelis sedang berbicara dengan sahabat, maka datanglah orang Arab Badui dan
berkata, "Kapan terjadi Kiamat ?" Rasulullah saw. terus melanjutkan
pembicaraannya. Sebagian sahabat berkata, "Rasulullah saw. mendengar apa yang
ditanyakan tetapi tidak menyukai apa yang ditanyakannya." Berkata sebagian yang
lain, "Rasul saw. tidak mendengar." Setelah Rasulullah saw. menyelesaikan
perkataannya, beliau bertanya, "Mana yang bertanya tentang Kiamat?" Berkata
lelaki Badui itu, "Saya, wahai Rasulullah saw." Rasulullah saw. Berkata, "Jika
amanah disia-siakan, maka tunggulah kiamat." Bertanya, "Bagaimana
menyia-nyiakannya?" Rasulullah saw. Menjawab, "Jika urusan diserahkan kepada
yang bukan ahlinya, maka tunggulah kiamat." (HR Bukhari)

3.. Penggembala menjadi kaya

Rasulullah saw. ditanya oleh Jibril tentang tanda-tanda
kiamat, lalu beliau menjawab, "Seorang budak melahirkan majikannya, dan engkau
melihat orang-orang yang tidak beralas kaki, telanjang, dan miskin, penggembala
binatang berlomba-lomba saling tinggi dalam bangunan." (HR Muslim)

4. Sungai Efrat berubah menjadi emas

Hadis riwayat Abu Hurairah ra.:
Bahwa Rasulullah saw. bersabda: Hari kiamat tidak akan
terjadi sebelum sungai Euphrat menyingkap gunung emas, sehingga manusia saling
membunuh (berperang) untuk mendapatkannya. . Lalu terbunuhlah dari setiap seratus
orang sebanyak sembilan puluh sembilan dan setiap orang dari mereka berkata:
Semoga akulah orang yang selamat. (Shahih Muslim No.5152)

5. Baitul Maqdis dikuasai umat Islam

"Ada enam dari tanda-tanda kiamat: kematianku (Rasulullah
saw.), dibukanya Baitul Maqdis, seorang lelaki diberi 1000 dinar, tapi dia
membencinya, fitnah yang panasnya masuk pada setiap rumah muslim, kematian
menjemput manusia seperti kematian pada kambing dan khianatnya bangsa Romawi, sampai
80 poin, dan setiap poin 12.000." (HR Ahmad dan At-Tabrani dari Muadz).

6. Banyak terjadi pembunuhan

Dari Abu Hurairah r.a. bahwa Rasulullah saw. bersabda,
"Tiada akan terjadi kiamat, sehingga banyak terjadi haraj.. Sahabat bertanya
apa itu haraj, ya Rasulullah?" Rasulullah saw. Menjawab, "Haraj adalah
pembunuhan, pembunuhan." (HR Muslim)

7. Munculnya kaum Khawarij

Dari Ali ra. berkata, saya mendengar Rasulullah saw.
bersabda, "Akan keluar di akhir zaman kelompok orang yang masih muda, bodoh,
mereka mengatakan sesuatu dari firman Allah. Keimanan mereka hanya sampai di
tenggorokan mereka. Mereka keluar dari agama seperti anak panah keluar dari
busurnya. Di mana saja kamu jumpai, maka bunuhlah mereka. Siapa yang
membunuhnya akan mendapat pahala di hari Kiamat." (HR Bukhari).

8. Banyak polisi dan pembela kezhaliman

"Di akhir zaman banyak polisi di pagi hari melakukan sesuatu
yang dimurkai Allah, dan di sore hari melakukan sesutu yang dibenci Allah.
Hati-hatilah engkau jangan sampai menjadi teman mereka." (HR At-Tabrani)

Hadis riwayat Abu Hurairah ra., ia berkata:
Rasulullah saw. bersabda: Hari kiamat tidak akan terjadi
kecuali setelah dua golongan besar saling berperang sehingga pecahlah
peperangan hebat antara keduanya padahal dakwah mereka adalah satu. (Shahih
Muslim No.5142)

9. Perang antara Yahudi dan Umat Islam

Dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah saw. bersabda, "Tidak
akan terjadi kiamat sehingga kaum muslimin berperang dengan yahudi. Maka kaum
muslimin membunuh mereka sampai ada seorang yahudi bersembunyi di belakang
batu-batuan dan pohon-pohonan. Dan berkatalah batu dan pohon, 'Wahai muslim,
wahai hamba Allah, ini yahudi di belakangku, kemari dan bunuhlah ia.' Kecuali
pohon Gharqad karena ia adalah pohon Yahudi." (HR Muslim)

Hadis riwayat Ibnu Umar ra.:
Dari Nabi saw. bersabda: Kamu sekalian pasti akan memerangi
orang-orang Yahudi, lalu kamu akan membunuh mereka, sehingga batu berkata: Hai
muslim, ini orang Yahudi, kemari dan bunuhlah dia!. (Shahih Muslim No.5200)

Kenapa orang-orang Yahudi diperangi? Karena mereka sangat
kejam. Bahkan wanita dan anak-anak pun tidak lepas dari kekejaman mereka.
Silahkan lihat foto dan videonya:


10. Dominannya Fitnah

Dari Abu Hurairah r.a. bahwa Rasulullah saw. bersabda,
"Tidak akan terjadi kiamat, sampai dominannya fitnah, banyaknya dusta dan
berdekatannya pasar." (HR Ahmad).

11. Sedikitnya ilmu

Hadis riwayat Anas bin Malik ra., ia berkata:
Rasulullah saw. bersabda: Di antara tanda-tanda hari kiamat
ialah diangkatnya ilmu, munculnya kebodohan, banyak yang meminum arak, dan
timbulnya perzinaan yang dilakukan secara terang-terangan. (Shahih Muslim
No.4824)

Hadis riwayat Abu Musa ra., ia berkata:
Rasulullah saw. bersabda: Sesungguhnya menjelang terjadinya
hari kiamat terdapat beberapa hari di mana pada hari-hari itu ilmu akan
diangkat, diturunkan kebodohan dan banyak terjadi peristiwa pembunuhan. (Shahih
Muslim No.4826)

Hadis riwayat Abu Hurairah ra., ia berkata:
Rasulullah saw. bersabda: Hari kiamat semakin mendekat, ilmu
akan dicabut, fitnah akan banyak muncul, sifat kikir akan merajalela dan banyak
terjadi haraj. Para sahabat bertanya: Apakah
haraj itu? Rasulullah saw.. menjawab: Yaitu pembunuhan. (Shahih Muslim No.4827)

12. Merebaknya perzinahan
Perzinahan dilakukan terang-terangan dan sudah menjadi suatu
kebiasaan di masyarakat luas. Saat ini free sex atau kumpul kebo dan
perselingkuhan sudah jadi hal yang biasa. Bukan hanya antar pria dan wanita,
bahkan juga sesama jenis (homosex/lesbian) .

13. Mabuk-mabukan banyak dilakukan seolah bukan perbuatan
yang diharamkan. Saat ini minuman keras dapat dibeli dengan mudah di mini
market atau super market seperti Alpha, Carrefour, dan sebagainya.

14. Banyaknya kaum wanita

Dari Anas bin Malik ra. bahwa Rasulullah saw. bersabda.
"Sesungguhnya di antara tanda-tanda kiamat adalah ilmu diangkat, banyaknya
kebodohan, banyaknya perzinahan, banyaknya orang yang minum khamr, sedikit kaum
lelaki dan banyak kaum wanita, sampai pada 50 wanita hanya ada satu lelaki."
(HR Bukhari)

Jumlah wanita semakin lebih banyak dibandingkan dengan pria,
dan mereka sudah tidak malu lagi berpakaian setengah telanjang..

Banyak wanita yang berdandan/berpenamp ilan seperti pria,
begitu juga sebaliknya. Kita melihat banyak wanita mengenakan baju kaos/kemeja
pria dan celana. Sementara para pria banyak yang mengenakan kalung dan anting..
Bahkan banyak pula yang tidak malu mengenakan pakaian wanita di TV-TV. Ini
adalah tanda hari kiamat. Hanya orang-orang berakhlak buruk dan calon penghuni
nerakalah yang berkelakuan seperti itu.

15. Bermewah-mewah dalam membangun masjid

Dari Anas ra. bahwa Rasulullah saw. bersabda, "Diantara
tanda kiamat adalah bahwa manusia saling membanggakan dalam keindahan masjid."
(HR Ahmad, An-Nasa'i dan Ibnu Hibban)

Banyak orang bermewah-mewah dalam membangun masjid sementara
jamaahnya sedikit, serta saling membanggakan keindahan masjid.

16. Menyebarnya riba dan harta haram

Dari Abu Hurairah ra. berkata, Rasulullah saw. bersabda,
"Akan datang pada manusia suatu waktu, setiap orang tanpa kecuali akan makan
riba, orang yang tidak makan langsung, pasti terkena debu-debunya." (HR Abu
Dawud, Ibnu Majah dan Al-Baihaqi)

Dari Abu Hurairah ra. berkata, Rasulullah saw. bersabda,
"Akan datang pada manusia suatu saat di mana seseorang tidak peduli dari mana
hartanya didapat, apakah dari yang halal atau yang haram." (HR Ahmad dan
Bukhari)

Umat manusia berlomba menumpuk kekayaan dengan jalan yang
tidak halal serta maraknya praktek riba. Saat ini korupsi, suap-menyuap, atau
pun gaji raksasa yang di luar kewajaran sudah merajalela. Sulit orang untuk
memberantas korupsi. Salah-salah justru dia bisa dipenjara atau dibunuh.

17. Kiamat tidak akan terjadi sebelum api muncul dari tanah
Hijaz

Hadis riwayat Abu Hurairah ra.:
Bahwa Rasulullah saw. bersabda: Kiamat tidak akan terjadi
sebelum api muncul dari tanah Hijaz yang dapat menerangi leher-leher unta di
Basrah. (Shahih Muslim No.5164)

Boleh jadi penemuan minyak di tanah Arab yang memberi energi
penerangan merupakan satu tanda Kiamat kecil itu.

18. Kiamat tidak akan terjadi sebelum suku Daus menyembah
Dzul Khalashah

Hadis riwayat Abu Hurairah ra., ia berkata:
Rasulullah saw. bersabda: Kiamat tidak akan terjadi sebelum
pinggul-pinggul kaum wanita suku Daus bergoyang di sekeliling Dzul Khalashah,
yaitu sebuah berhala yang disembah suku Daus di Tabalah pada zaman jahiliah.
(Tabalah adalah nama daerah di Yaman). (Shahih Muslim No.5173)

19. Kiamat tidak akan terjadi sebelum seseorang melewati
kuburan orang lain, lalu ia berharap dapat menggantikan tempat si mayit karena
beratnya cobaan dunia

Hadis riwayat Abu Hurairah ra.:
Bahwa Rasulullah saw. bersabda: Kiamat tidak akan terjadi
sebelum seseorang melewati kuburan orang lain lalu berkata: Alangkah senangnya
bila aku menempati tempatnya!. (Shahih Muslim No.5175)

20. Munculnya sekitar 30 Dajjal yang mengaku Nabi Palsu

Hadis riwayat Abu Hurairah ra.:
Dari Nabi saw., beliau bersabda: Kiamat tidak akan terjadi
sebelum dibangkitkan dajjal-dajjal pendusta yang berjumlah sekitar tiga puluh,
semuanya mengaku bahwa ia adalah utusan Allah. (Shahih Muslim No.5205)

Saat ini banyak sekali orang yang mengaku Nabi palsu.
Padahal tidak ada lagi Nabi atau pun Rasul setelah Nabi Muhammad SAW yang
merupakan "Penutup para Nabi" (Khatamaan Nabiyyiin). Pemunculan Nabi Palsu
mulai dari Musailamah Al Kadzdzab, hingga Ghulam Mirza Ahmad, Mosadeq, Lia
Eden, dan sebagainya merupakan satu tanda hari kiamat.

21. Banyaknya Gempa Bumi.

Abu Hurairah berkata, "Nabi bersabda, 'Tidak akan tiba
hari kiamat sehingga ilmu pengetahuan (agama) dilenyapkan, banyak gempa bumi,
masa saling berdekatan (semakin singkat), banyak timbul fitnah, banyak
huru-hara yaitu pembunuhan, hingga harta benda melimpah ruah di antara
kamu.'"


 

Dikirim oleh milist Kajian Lepas Kerja A. Nizami

Kamis, 28 Januari 2010

MERASA DIRI PALING MERANA


 

Saat itu saya tengah berada di kota Jeddah, Saudi Arabia. Terpapar dihadapan saya sebuah koran berbahasa Arab di lobby hotel. Tergerak saya melihat berita dan artikel yang tertulis di sana, hingga saya temukan sebuah tulisan yang amat bermanfaat ini.

Tersebutlah kisah nyata seorang kaya raya berkebangsaan Saudi bernama Ra'fat. Ia diwawancarai setelah ia berhasil sembuh dari penyakit liver akut yang ia idap. Pola hidup berlebihan dan mengkonsumsi makanan tak beraturan membuat Ra'fat mengalami penyakit di atas.

Ra'fat berobat untuk mencari kesembuhan. Banyak dokter dan rumah sakit ia kunjungi di Saudi Arabia sebagai ikhtiar. Namun meski sudah menyita banyak waktu, tenaga, pikiran dan biaya, sayangnya penyakit itu tidak kunjung sembuh juga. Ra'fat mulai mengeluh. Badannya bertambah kurus. Tak ubahnya seperti seorang pesakitan.

Demi mencari upaya sembuh, maka Ra'fat mengikuti saran dokter untuk berobat ke sebuah rumah sakit terkenal spesialis liver di Guangzhou, China. Ia berangkat ke sana ditemani oleh keluarga. Penyakit liver semakin bertambah parah. Maka saat Ra'fat diperiksa, dokter mengatakan bahwa harus diambil tindakan operasi segera. Ketika Ra'fat menanyakan berapa besar kemungkinan berhasilnya. Dokter menyatakan kemungkinannya adalah fifty-fifty.

"50% kalau operasi berhasil maka Anda akan sembuh, 50% bila tidak berhasil mungkin nyawa Anda adalah taruhannya!" jelas sang dokter.

Mendapati bahwa boleh jadi ia bakal mati, maka Ra'fat berkata, "Dokter, kalau operasi ini gagal dan saya bisa mati, maka izinkan saya untuk kembali ke negara saya untuk berpamitan dengan keluarga, sahabat, kerabat dan orang yang saya kenal. Saya khawatir bila mati menghadap Allah Swt namun saya masih punya banyak kesalahan terhadap orang yang saya kenal." Ra'fat berkata sedemikian sebab ia takut sekali atas dosa dan kesalahan yang ia perbuat.

Dengan enteng dokter membalas, "Terlalu riskan bagi saya untuk membiarkan Anda tidak segera mendapatkan penanganan. Penyakit liver ini sudah begitu akut. Saya tidak berani menjamin keselamatan diri Anda untuk kembali ke tanah air kecuali dalam 2 hari. Bila Anda lebih dari itu datang kembali ke sini, mungkin Anda akan mendapati dokter lain yang akan menangani operasi liver Anda."

Bagi Ra'fat 2 hari itu cukup berarti. Ia pun berjanji akan kembali dalam tempo itu. Serta-merta ia mencari pesawat jet yang bisa disewa dan ia pun pergi berangkat menuju tanah airnya.

Kesempatan itu betul-betul digunakan oleh Ra'fat untuk mendatangi semua orang yang pernah ia kenal. Satu per satu dari keluarga dan kerabat ia sambangi untuk meminta maaf dan berpamitan. Kepada mereka Ra'fat berkata, "Maafkan aku, Ra'fat yang kalian kenal ini sungguh banyak kesalahan dan dosa... Boleh jadi setelah dua hari dari sekarang saya sudah tidak lagi panjang umur..."

Itulah yang disampaikan Ra'fat kepada orang-orang. Dan setiap dari mereka menangis sedih atas kabar berita yang mereka dengar dari orang yang mereka cintai dan kagumi ini.

Ra'fat menyambangi satu per satu dari mereka. Meski dengan tubuh yang kurus tak berdaya, ia berniat mendatangi mereka untuk meminta doa dan berpamitan. Dan kondisi itu membuat Ra'fat menjadi sedih. Ia merasa menjadi manusia yang paling merana. Ia merasa tak berdaya dan tak berguna. Sering dalam kesedihannya ia membatin, "Ya Allah.... rupanya keluarga yang mencintai aku.... harta banyak yang aku miliki... perusahaan besar yang aku punya.... semuanya itu tidak ada yang mampu membantuku untuk kembali sembuh dari penyakit ini! Semuanya tak ada guna... semuanya sia-sia!"

Rasa emosi batin itu membuat tubuh Ra'fat bertambah lemah.  Ia hanya mampu perbanyak istighfar memohon ampunan Tuhannya. Memutar tasbih sambil berdzikir kini menjadi kegiatan utamanya. Ia masih merasa bahwa dirinya adalah manusia yang paling merana di dunia.

Hingga saat ia sedang berada di mobilnya. duduk di kursi belakang dengan tangan memutar tasbih seraya berdzikir. Hanya Ra'fat dan supirnya yang berada di mobil itu. Mereka melaju berkendara menuju sebuah rumah kerabat dengan tujuan berpamitan dan minta restu. Saat itulah menjadi moment spesial yang tak akan terlupakan untuk Ra'fat.

Beberapa ratus meter di depan, mata Ra'fat melihat ada seorang wanita berpakaian abaya (pakaian panjang wanita Arab yang serba berwarna hitam) tengah berdiri di depan sebuah toko daging. di sisi wanita tadi ada sebuah karung plastik putih yang biasa menjadi tempat limbah toko tersebut. Wanita tadi mengangkat dengan tangan kirinya sebilah tulang sapi dari karung. Sementara tangan kanannya mengumpil dan mencuil daging-daging sapi yang masih tersisa di pinggiran tulang.

Ra'fat memandang tajam ke arah wanita tersebut dengan pandangan seksama. Rasa ingin tahu membuncah di hati Ra'fat tentang apa yang sedang dilakukan wanita itu. Begitu mobilnya melintasi sang wanita, sekilas Ra'fat memperhatikan. Maka ia pun menepuk pundak sang sopir dan memintanya untuk menepi.

Saat mobil sudah berhenti, Ra'fat mengamati apa yang dilakukan oleh sang wanita. Entah apa yang membuat Ra'fat menjadi penasaran. Keingintahuannya membuncah. Ia turun dari mobil. lemah ia membuka pintu, dan ia berjalan tertatih-tatih menuju tempat wanita itu berada.

Dalam jarak beberapa hasta Ra'fat mengucapkan salam kepada wanita tersebut namun salamnya tiada terjawab. Ra'fat pun bertanya kepada wanita tersebut dengan suara lemah, "Ibu..., apa yang sedang kau lakukan?"

Rupanya wanita ini sudah terlalu sering diacuhkan orang, hingga ia pun tidak peduli lagi dengan manusia. Meski ada yang bertanya kepadanya, wanita tadi hanya menjawab tanpa menoleh sedikitpun ke arah si penanya. Sambil mengumpil daging wanita itu berkata, "Aku memuji Allah Swt yang telah menuntun langkahku ke tempat ini. Sudah berhari-hari aku dan 3 orang putriku tidak makan. Namun hari ini, Dia Swt membawaku ke tempat ini sehingga aku dapati daging limbah yang masih bertengger di sisi tulang sisa. Aku berencana akan membuat kejutan untuk ketiga putriku malam ini. Insya Allah, aku akan memasakkan sup daging yang lezat buat mereka...."

Subhanallah. ...! bergetar hebat relung batin Ra'fat saat mendengar penuturan kisah kemiskinan yang ada di hadapannya. Tidak pernah ia menyangka ada manusia yang melarat seperti ini. Maka serta-merta Ra'fat melangkah ke arah toko daging. Ia panggil salah seorang petugasnya. Lalu ia berkata kepada petugas toko, "Pak..., tolong siapkan untuk ibu itu dan keluarganya 1 kg daging dalam seminggu dan aku akan membayarnya selama setahun!"

Kalimat yang meluncur dari mulut Ra'fat membuat wanita tadi menghentikan kegiatannya. Seolah tak percaya, ia angkat wajah dan menoleh ke arah Ra'fat. Kini mata wanita itu menatap dalam mata Ra'fat seolah ia berterima kasih lewat sorot pandang.

Merasa malu ditatap seperti itu, Ra'fat menoleh ke arah petugas toko. Ia pun berkata, "Pak..., tolong jangan buat 1 kg dalam seminggu, aku rasa itu tidak cukup. Siapkan 2 kg dalam seminggu dan aku akan membayarnya untuk setahun penuh!" Serta-merta Ra'fat mengeluarkan beberapa lembar uang 500-an riyal Saudi lalu ia serahkan kepada petugas tadi.

Usai Ra'fat membayar dan hendak meninggalkan toko daging, maka terhentilah langkahnya saat ia menatap wanita tadi tengah menengadah ke langit sambil mengangkat kedua belah tangannya seraya berdoa dengan penuh kesungguhan:

"Allahumma ya Allah... berikanlah kepada tuan ini keberkahan rezeki. Limpahkan karunia-Mu yang banyak kepadanya. Jadikan ia manusia mulia di dunia dan akhirat. Beri ia kenikmatan seperti yang Engkau berikan kepada para hamba-Mu yang shalihin. Kabulkan setiap hajatnya dan berilah ia kesehatan lahir dan batin.....dst"

Panjang sekali doa yang dibaca oleh wanita tersebut. Kalimat-kalimat doa itu terjalin indah naik ke langit menuju Allah Swt. Bergetar arsy Allah Swt atas doa yang dibacakan sehingga getaran itu terasa di hati Ra'fat. Ia mulai merasakan ketentraman dan kehangatan. Kedamaian yang belum pernah ia rasakan sebelumnya. Hampir saja Ra'fat menitikkan air mata saat mendengar jalinan indah kalimat doa wanita tersebut. Andai saja ia tidak merasa malu, pastilah buliran air mata hangat sudah membasahi pipinya. Namun bagi Ra'fat pantang menangis..., apalagi dihadapan seorang wanita yang belum ia kenal.

Ra'fat lalu memutuskan untuk meninggalkan wanita tersebut. Ia berjalan tegap dan cepat menuju mobilnya. Dan ia belum juga merasakan keajaiban itu! Ya, keajaiban yang ditambah saat Ra'fat membuka dan menutup pintu mobil dengan gagah seperti manusia sehat sediakala!!!

Sungguh doa wanita itu memberi kedamaian pada hati Ra'fat. Sepanjang jalan di atas kendaraan Ra'fat terus tersenyum membayangkan doa yang dibacakan oleh sang wanita tadi. Perjalanan menuju rumah seorang kerabat itu menjadi indah.

Sesampainya di tujuan lalu Ra'fat mengutarakan maksudnya. Ia berpamitan dan meminta restu. Ia katakan boleh jadi ia tidak lagi berumur panjang sebab sakit liver akut yang diderita.

Anehnya saat mendengar berita itu dari Ra'fat, sang kerabat berkata, "Ra'fat..., janganlah engkau bergurau. Kamu terlihat begitu sehat. Wajahmu ceria. Sedikit pun tidak ada tanda-tanda bahwa engkau sedang sakit."

Awalnya Ra'fat menganggap bahwa kalimat yang diucapkan kerabat tadi hanya untuk menghibur dirinya yang sedang sedih. Namun setelah ia mendatangi saudara dan kerabat yang lain, anehnya semuanya berpendapat serupa.

Dua hari yang dimaksud pun tiba. Ia didampingi oleh istri dan beberapa anaknya kembali datang ke China. Hari yang dimaksud untuk menjalani operasi sudah disiapkan. Sebelum masuk ruang tindakan, beberapa pemeriksaan pun dilakukan. Setelah hasil pemeriksaan itu dipelajari maka ketua tim dokter pun bertanya keheranan kepada Ra'fat dan keluarga:

"Aneh....! dua hari yang lalu kami dapati liver tuan Ra'fat rusak parah dan harus dilakukan tindakan operasi. Tapi setelah kami teliti, mengapa liver ini menjadi sempurna lagi?!"

Kalimat dokter itu membuat Ra'fat dan keluarga menjadi bahagia. Berulangkali terdengar kalimat takbir dan tahmid di ruangan meluncur dari mulut mereka. Mereka memuji Allah Swt yang telah menyembuhkan Ra'fat dari penyakit dengan begitu cepat. Siapa yang percaya bahwa Allah yang memberi penyakit, maka ia pun akan yakin bahwa hanya Dia Swt yang mampu menyembuhkan. Jangan bersedih dan merasa hidup merana. Sadari bahwa dalam kegetiran ada hikmah bak mutiara!

Cahaya Langit,

Bobby Herwibowo

www.kaunee.com

Dikirim oleh : milist mualaf Indonesia