Selasa, 23 Februari 2010

Saat Sifat Buruk Ditanggalkan, Sifat Baik Bermekaran


 

Anda pernah bertemu dengan orang yang sering bersikap negatif? Cara berpikirnya negatif. Cara bicaranya negatif. Cara menyampaikan pendapatnya negatif. Caranya memandang seisi dunia pun negatif. Sebaliknya, anda juga pasti pernah bertemu dengan orang yang sering bersikap positif. Segala sesuatu yang keluar dari mulutnya positif. Tulisan-tulisannya positif. Perilakunya positif. Dan caranya memandang seisi dunia juga positif. Pertanyaannya adalah; apakah perbedaan sikap kedua orang ini disebabkan oleh 'perbedaan gen' dalam dirinya, atau perbedaan pilihan hidup yang diambilnya?

 
 

Jika berkunjung ke lapangan olah raga komplek kami,  anda akan melihat pohon mangga yang tinggi dan besar. Dari kejauhan daunnya terlihat hijau rindang, disertai ranting-ranting bersilangan. Namun, kalau melihatnya dari dekat; anda akan tahu bahwa daun-daun hijau nan subur itu bukanlah daun mangga. Melainkan daun benalu yang tebal dan menjalar. Tidaklah mengherankan jika pohon mangga itu enggan berbuah.  Kira-kira sebulan yang lalu, kami memotong sebagian pohon mangga itu. Terutama dicabang-cabangnya yang ditumbuhi para benalu. Tidak disangka, ternyata sedemikian banyaknya benalu itu sehingga sebuah mobil bak terbuka harus bolak-balik mengangkut sampahnya.

 
 

Hari minggu kemarin, saya berkumpul bersama beberapa warga lain dilapangan itu. Dan tanpa sengaja, kami melihat pohon mangga itu. Kami semua terkagum-kagum dengan pemadangan itu. Kenapa? Karena, sekarang pohon mangga itu dipenuhi oleh pucuk-pucuk daun muda yang besar-besar dan subur-subur. Sekarang, saya menjadi lebih faham; mengapa para bijak bestari sering menasihatkan kita untuk menghilangkan sifat-sifat buruk yang kita miliki. Sebab seperti benalu itu; sifat buruk menyebabkan sifat-sifat baik didalam diri kita enggan muncul ke permukan.

 
 

Memang, ada orang yang percaya bahwa sifat baik dan buruk seseorang itu sudah tercetak dalam kode-kode genetiknya. Sehingga, ada ilmuwan yang menduga bahwa orang-orang tertentu dilahirkan dengan bakat menjadi penjahat. Tapi, tidak pernah ada kesepakatan tentang kebenaran dugaan ini. Tuhan tidak adil jika menciptakan orang-orang tertentu dengan gen untuk menjadi manusia picik, berpikiran sempit, dan senang berprasangka buruk. Padahal, Dia menciptakan orang lainnya dengan gen untuk menjadi manusia yang baik, berperangai terpuji, serta sopan dan santun kepada lingkungannya.

 
 

Guru ngaji saya sewaktu disurau dulu menjelaskan kalau Tuhan berfirman bahwa; "Pada saat meniupkan ruh kehidupan kepada janin manusia, Dia memasukkan kecenderungan sifat manusia kepada kebaikan, dan keburukan." Oleh karenanya kelak ketika dewasa, seorang manusia memiliki kendali penuh atas dirinya sendiri. Apakah dia memilih menjadi manusia yang berperangai baik, atau buruk.

 
 

Sayang sekali jika memilih untuk membiarkan sifat-sifat buruk tumbuh subur didalam diri kita. Sebab, saat kita memilih untuk menjadi buruk; sifat-sifat baik kita terkunci rapat. Misalnya, ketika kita memilih untuk memaki orang lain, maka sifat toleran kita tidak kelihatan. Saat kita malas, maka sifat rajin kita hilang. Saat kita membenci orang lain, maka sifat penyayang kita terkekang. Sebaliknya, ketika kita memilih untuk teguh hati, maka sifat cengeng langsung hengkang. Saat kita menghormati hak orang lain untuk berpendapat, maka sifat sok benar sendiri kita tidak mendapat tempat. Dan, saat kita memilih untuk berakhlak mulia, maka perilaku-perilaku tak terpuji kita pergi.

 
 

Apa peduli elu? Hidup, hidup gua. Mulut, mulut gua. Terserah mau gua pake apa! Ada orang yang berprinsip begitu? Banyak. Kita pun kadang-kadang demikian.  Namun, kita lupa bahwa manfaat bersikap baik itu bukan untuk orang lain. Melainkan bagi diri kita sendiri. Sebab, jika kita berperilaku baik kepada orang lain, kemudian orang lain merespon dengan hal-hal yang baik pada kita; maka yang untung adalah kita. Sebaliknya, jika kita bersikap buruk kepada orang lain, lalu orang lain membenci kita, menjauhi kita, dan mengucilkan kita; maka kita akan kehilangan banyak kesempatan.  

 
 

Oleh karena itu, sudah saatnya untuk menyadari bahwa berperilaku buruk itu sama sekali tidak memberi manfaat apapun kepada diri sendiri. Apakah dalam konteks hubungan sosial antar manusia, ataupun dalam konteks pekerjaan. Karena, jika kita membawa sifat-sifat buruk itu ke tempat kerja, misalnya; maka percayalah, kita tidak akan disukai teman. Tidak disayangi atasan. Tidak dihormati pelanggan. Sehingga pasti kita akan menjadi pegawai yang gagal. Sebaliknya, ada hadiah istimewa bagi mereka yang membawa perangai baiknya ke tempat kerja. Sebab, dengan sifat-sifatnya yang baik itu; dia akan selalu mendapatkan tempat terhormat, dimanapun dia berada.

 
 

Dibeberapa cabang pohon mangga itu sekarang bermunculan bunga-bunga bakal buah. Padahal, ini bukan musim mangga berbuah, loh. Semoga saja, hidup kita juga demikian. Ketika semua sifat buruk dari dalam diri kita dibuang; maka segala sesuatu yang kita lakukan akan membuahkan hasil. Bahkan, dalam bentuk dan jumlah yang tidak pernah kita bayangkan.

 
 

Pantaslah kalau Tuhan kemudian berfirman:"Janganlah Engkau mencampur adukkan kebenaran dengan kebatilan". Karena ternyata benar bahwa keburukan-keburukan sifat kita bisa menyingkirkan sifat baik. Sebaliknya, sifat baik kita bisa mengusir sifat buruk. Jadi, bagaimana caranya menjadi orang baik? Gampang; tanggalkan semua sifat buruk dari dalam diri kita. Karena, ketika benalu yang menempel di batang pohon mangga itu kita buang; dia menemukan kembali kegairahan hidupnya. Kemudian pucuk-pucuk daun yang indah bermunculan. Dan bunga-bunganya, bermekaran.

 
 

Mari Berbagi Semangat!

Dadang Kadarusman

"The Golden Triangle Of Leadership" Learning Facilitator  

http://www.dadangka darusman. com/  

 
 

Senin, 08 Februari 2010

THE POWER OF KEPEPET

"Seandainya sekarang Anda tidak memiliki uang tabungan. Penghasilan pun
kurang dari 5 juta sebulan. Apakah Anda bisa mendapatkan uang 50 juta,
jam 9 esok hari?" Saat saya menanyakan pertanyaan ini kepada peserta
seminar, hampir semua menjawab, tidak bisa. Kenapa? Karena mereka
mengukur kemampuannya berdasarkan kondisi normal mereka. Dengan
penghasilan 5 juta perbulan, jika saving-nya 2 juta perbulan, maka perlu
25 bulan untuk mendapatkan 50 juta.

 
 

Bagaimana jika pertanyaan saya ubah? Seandainya, malam hari
ini, anak Anda atau orang yang paling Anda sayangi mendadak sakit keras.
Dokter mendiagnosa ada sebuah tumor ganas yang harus dioperasi besok
juga, jika tidak, maka nyawanya akan melayang. Sedangkan operasi hanya
bisa dilaksanakan jika Anda menyerahkan uang tunai sejumlah 50 juta
rupiah sebelum jam 9 esok hari. Bagaimana? Apakah Anda masih akan
mengatakan tidak bisa? Mayoritas akan menjawab, "Harus bisa". Kenapa?
Karena kepepet, jika tidak, nyawa orang yang kita cintai tsb akan
melayang.

 
 

Jadi sebenarnya jika dalam kondisi yang kepepet dan tidak
diberikan pilihan untuk "tidak bisa", manusia akan mencari jalan untuk
berpikir "bagaimana harus bisa". Tetapi kenapa sukses, kaya,
membahagiakan orang tua atau keluarga, seolah bukan suatu kebutuhan yang
mendesak? Sesungguhnya manusia telah diciptakan dengan potensi luar
biasa, di luar apa yang kita pikirkan. Hanya saja potensi tersebut
seringkali hanya akan keluar pada kondisi terdesak, seperti seorang
nenek bisa melompat dari gedung setinggi 5 meter, saat kebakaran.

 
 

KEPEPET VS IMING-IMING

 
 

Ada 2 sebab yg membuat orang tak tergerak untuk berubah.
Yang pertama adalah impiannya kurang kuat, yang kedua tidak kepepet. Dua
hal tersebut yang seringkali disebut orang sebagai motivasi. Kesalahan
fatal yang timbul oleh sebagian besar motivator ataupun trainer motivasi
lainnya adalah hanya menggunakan impian sebagai 'iming-iming' untuk
menggerakkan audiens. "Apa Impian anda? Siapa yang impiannya punya mobil
mewah? Rumah mewah? atau bahkan kapal pesiar?" Memang, saat di ruang
seminar, mereka sangat terbawa dan termotivasi oleh sang motivator. Tapi
masalahnya, sepulang dari seminar, mereka dihantam kemalasan, mungkin
juga halangan-halangan bahkan seringkali oleh orang-orang yang mereka
sayangi. Apa jadinya? Mereka tetap diam ditempat.

 
 

Contoh yang kedua, ada seorang salesman yang bekerja di
suatu perusahaan. Seperti perusahaan lainnya, mereka menerapkan sistem
bonus. "Jika anda mencapai target yang telah ditentukan, maka anda akan
mendapat bonus jalan-jalan keluar negeri!" kata managernya. "Gimana,
semangat?" lanjut manager berinteraksi. "Semagaat..ngat. .ngat!" sambut
salesman, sambil mengepalkan tangannya seolah siap tempur. Bulan demi
bulan pun berlalu tanpa pencapaian target. Kemudian si manager
bertanya,"Apa bonus yang aku tawarkan kurang besar?". "Enggak kok Pak,
cukup besar, mudah-mudahan bulan depan tercapai Pak". Setelah 3 bulan
masa 'iming-iming' tak berhasil, si manager mulai mengubah strategi. Dia
berteriak agak menekan di dalam meetingnya," Pokoknya, jika anda tidak
bisa mencapai target penjualan yang sudah saya tetapkan, anda saya
PECAT!". Nah, keluarlah keringat dingin si salesman. Sekeluar dari
ruangan dia langsung menyambangi calon-calon customernya, kerjanyapun
semakin giat. Malas, malu, nggak pe-denya hilang seketika. Kok bisa?
Karena KePePet! Yang dia pikirkan, jika dia tidak dapat memenuhi target,
dia akan dipecat. Jika dipecat, penghasilannya akan nol. "Trus anak
istriku makan apa?" pikirnya. Anehnya, target penjualan yang selama ini
tidak pernah tercapai, bisa juga terlampaui. Itulah yang disebut The
Power of Kepepet.

 
 

97% orang termotivasi karena Kepepet, bukan karena
iming-iming. Maka dari itu ada pepatah mengatakan bahwa "Kondisi Kepepet
adalah motivasi terbesar di dunia!". Banyak perusahaan mengkampanyekan
Visi besarnya kepada seluruh karyawannya. Apa jawab mereka? "Emang gua
pikirin!". Bukannya salah karyawan yang tidak peduli terhadap visi
perusahaan, tapi karena visi itu tak terlihat oleh karyawan. Mereka
lebih termotivasi oleh sesuatu yang berupa ancaman, baik situasi dimasa
mendatang ataupun berupa punishment. John P. Kotter (Harvard Business
Review) mengemukakan "Establishing Sense of Urgentcy" adalah langkah
pertama untuk menggerakkan perubahan dalam suatu organisasi. Dengan
melihat ancaman-ancaman terhadap kompetisi dan krisis, membuat mereka
tergerak, sebelum mengkomunikasikan visi. Fungsi Visi adalah memberikan
arah, sedangkan The Power of Kepepet yang mendorong untuk bergerak.

 
 

MENCIPTAKAN KONDISI KEPEPET

 
 

Coba amati biografi orang-orang sukses, banyak dari mereka
yang 'kepepet' sebelumnya. Seperti pegas, saat kita tekan, maka akan
menimbulkan gaya tolak yang lebih besar. Trus, apa yang harus kita
lakukan? Cara pertama untuk mengeluarkan 'potensi kepepet' kita, dengan
cara menvisualisasikan (membayangkan) seolah-olah kita dalam kondisi
kepepet, maka kita akan memfungsikan organ tubuh dan hormon-hormon kita,
bekerja secara maksimal. Misalnya, bayangkan jika hari ini Anda di-PHK,
apa yang Anda rasakan?

 
 

Cara kedua, menciptakan kondisi kepepet secara fisik.
Misalnya dengan berhutang untuk modal usaha, secara otomatis akan
membuat kita termotivasi untuk mengembalikan hutang. Atau, bisa juga
kita terima orderan langsung, meskipun usaha belum mulai. Ada juga yang
memberanikan diri membayar DP (uang muka) sewa ruko/ kios, setelah itu
terpaksa berpikir bagaimana melunasinya. Jika Anda masih single dan
tidak punya tanggungan keluarga, mungkin Anda mau langsung mencoba
keluar kerja dan mulai usaha?! Semua itu pilihan Anda lho, jangan
salahkan saya untuk risikonya. Tergantung dari karakter masing-masing
orang. Saya menempuh cara yang terakhir, cukup konyol, tapi berhasil.
Namun jangan lupa, Integritas dan Kredibilitas tetap harus dijaga.

 
 

Cara manapun yang akan Anda pilih, yang penting MELANGKAH,
jangan kebanyakan mikir atau sekedar membaca tulisan saya ini. Karena
kehidupan Anda tidak akan berubah hanya dengan membaca, tapi dengan
ACTION.

 
 

"Jika rasa sakit terhadap kondisi sekarang tidak kuat, orang tak akan
beranjak untuk berubah"

 
 

FIGHT!

SUMBER : YUKBISNIS.COM

Dikirim dari Milist [SMAN11BDG] Selasa, 9 Februari, 2010 10:37 Dari: "Yeyen Sudaryani"


 


 

Rabu, 03 Februari 2010

TANDA-TANDA HARI KIAMAT

Assalamu'alaikum wr wb,

Hari Kiamat adalah hari kehancuran alam semesta ini di mana
semua manusia dan makhluk lainnya akan mati. Hari Kiamat adalah awal di mana
manusia yang jahat, korup, suka membunuh akan mendapat balasan berupa siksa
neraka dan orang-orang yang baik akan mendapat ganjaran surga.

"Hai manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu; sesungguhnya
kegoncangan hari kiamat itu adalah suatu kejadian yang sangat besar (dahsyat)."
[Al Hajj 1]

Tidak ada manusia yang mengetahui kapan terjadinya hari
Kiamat. Tidak juga Nabi. Hanya Allah yang mengetahuinya.

"Mereka menanyakan kepadamu tentang kiamat: "Kapan
terjadinya?" Katakanlah: "Sesungguhnya pengetahuan tentang kiamat itu
adalah pada sisi Tuhanku; tidak seorangpun yang dapat menjelaskan waktu
kedatangannya selain Dia. Kiamat itu amat berat (huru haranya bagi makhluk)
yang di langit dan di bumi. Kiamat itu tidak akan datang kepadamu melainkan
dengan tiba-tiba." Mereka bertanya kepadamu seakan-akan kamu benar-benar
mengetahuinya. Katakanlah: "Sesungguhnya pengetahuan tentang bari kiamat itu adalah di
sisi Allah, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui." [Al A'raaf 187]

Meski demikian, Nabi menceritakan tanda-tanda Hari Kiamat.
Tanda-tanda Hari Kiamat ada 2, yaitu Tanda-tanda Kiamat Kecil dan Tanda-tanda
Kiamat Besar. Tanda-tanda Kiamat Kecil, yaitu meski sudah dekat, namun waktunya
masih cukup lama. Ada pun tanda-tanda Kiamat besar, jika semuanya sudah terjadi, maka Kiamat pun
segera tiba.

Saat ini tanda-tanda kecil hari kiamat sudah dan tengah
terjadi dimulai dengan diutusnya Nabi Muhammad SAW.

Di antara tanda-tanda kiamat kecil adalah:

1. Diutusnya Rasulullah saw

Hadis riwayat Sahal bin Saad ra., ia berkata:
Aku mendengar Nabi saw. bersabda sambil memberikan isyarat
dengan jari telunjuk dan jari tengah: Waktu aku diutus (menjadi rasul) dan
waktu hari kiamat adalah seperti ini (mengisyaratkan dekatnya waktu kiamat).
(Shahih Muslim No.5244)

Hadis riwayat Anas bin Malik ra., ia berkata:
Rasulullah saw. bersabda: Waktu aku diutus (menjadi rasul)
dan waktu hari kiamat adalah seperti jarak antara kedua jari ini. (Shahih
Muslim No.5245)

Jabir r.a. berkata, "Adalah Rasulullah saw. jika beliau
khutbah memerah matanya, suaranya keras, dan penuh dengan semangat seperti
panglima perang, beliau bersabda, '(Hati-hatilah) dengan pagi dan sore kalian.'
Beliau melanjutkan, 'Aku diutus dan hari Kiamat seperti ini.' Rasulullah saw.
mengibaratkan seperti dua jarinya antara telunjuk dan jari tengah. (HR Muslim)

2. Disia-siakannya amanat

Jabir r.a. berkata, tatkala Nabi saw. berada dalam suatu
majelis sedang berbicara dengan sahabat, maka datanglah orang Arab Badui dan
berkata, "Kapan terjadi Kiamat ?" Rasulullah saw. terus melanjutkan
pembicaraannya. Sebagian sahabat berkata, "Rasulullah saw. mendengar apa yang
ditanyakan tetapi tidak menyukai apa yang ditanyakannya." Berkata sebagian yang
lain, "Rasul saw. tidak mendengar." Setelah Rasulullah saw. menyelesaikan
perkataannya, beliau bertanya, "Mana yang bertanya tentang Kiamat?" Berkata
lelaki Badui itu, "Saya, wahai Rasulullah saw." Rasulullah saw. Berkata, "Jika
amanah disia-siakan, maka tunggulah kiamat." Bertanya, "Bagaimana
menyia-nyiakannya?" Rasulullah saw. Menjawab, "Jika urusan diserahkan kepada
yang bukan ahlinya, maka tunggulah kiamat." (HR Bukhari)

3.. Penggembala menjadi kaya

Rasulullah saw. ditanya oleh Jibril tentang tanda-tanda
kiamat, lalu beliau menjawab, "Seorang budak melahirkan majikannya, dan engkau
melihat orang-orang yang tidak beralas kaki, telanjang, dan miskin, penggembala
binatang berlomba-lomba saling tinggi dalam bangunan." (HR Muslim)

4. Sungai Efrat berubah menjadi emas

Hadis riwayat Abu Hurairah ra.:
Bahwa Rasulullah saw. bersabda: Hari kiamat tidak akan
terjadi sebelum sungai Euphrat menyingkap gunung emas, sehingga manusia saling
membunuh (berperang) untuk mendapatkannya. . Lalu terbunuhlah dari setiap seratus
orang sebanyak sembilan puluh sembilan dan setiap orang dari mereka berkata:
Semoga akulah orang yang selamat. (Shahih Muslim No.5152)

5. Baitul Maqdis dikuasai umat Islam

"Ada enam dari tanda-tanda kiamat: kematianku (Rasulullah
saw.), dibukanya Baitul Maqdis, seorang lelaki diberi 1000 dinar, tapi dia
membencinya, fitnah yang panasnya masuk pada setiap rumah muslim, kematian
menjemput manusia seperti kematian pada kambing dan khianatnya bangsa Romawi, sampai
80 poin, dan setiap poin 12.000." (HR Ahmad dan At-Tabrani dari Muadz).

6. Banyak terjadi pembunuhan

Dari Abu Hurairah r.a. bahwa Rasulullah saw. bersabda,
"Tiada akan terjadi kiamat, sehingga banyak terjadi haraj.. Sahabat bertanya
apa itu haraj, ya Rasulullah?" Rasulullah saw. Menjawab, "Haraj adalah
pembunuhan, pembunuhan." (HR Muslim)

7. Munculnya kaum Khawarij

Dari Ali ra. berkata, saya mendengar Rasulullah saw.
bersabda, "Akan keluar di akhir zaman kelompok orang yang masih muda, bodoh,
mereka mengatakan sesuatu dari firman Allah. Keimanan mereka hanya sampai di
tenggorokan mereka. Mereka keluar dari agama seperti anak panah keluar dari
busurnya. Di mana saja kamu jumpai, maka bunuhlah mereka. Siapa yang
membunuhnya akan mendapat pahala di hari Kiamat." (HR Bukhari).

8. Banyak polisi dan pembela kezhaliman

"Di akhir zaman banyak polisi di pagi hari melakukan sesuatu
yang dimurkai Allah, dan di sore hari melakukan sesutu yang dibenci Allah.
Hati-hatilah engkau jangan sampai menjadi teman mereka." (HR At-Tabrani)

Hadis riwayat Abu Hurairah ra., ia berkata:
Rasulullah saw. bersabda: Hari kiamat tidak akan terjadi
kecuali setelah dua golongan besar saling berperang sehingga pecahlah
peperangan hebat antara keduanya padahal dakwah mereka adalah satu. (Shahih
Muslim No.5142)

9. Perang antara Yahudi dan Umat Islam

Dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah saw. bersabda, "Tidak
akan terjadi kiamat sehingga kaum muslimin berperang dengan yahudi. Maka kaum
muslimin membunuh mereka sampai ada seorang yahudi bersembunyi di belakang
batu-batuan dan pohon-pohonan. Dan berkatalah batu dan pohon, 'Wahai muslim,
wahai hamba Allah, ini yahudi di belakangku, kemari dan bunuhlah ia.' Kecuali
pohon Gharqad karena ia adalah pohon Yahudi." (HR Muslim)

Hadis riwayat Ibnu Umar ra.:
Dari Nabi saw. bersabda: Kamu sekalian pasti akan memerangi
orang-orang Yahudi, lalu kamu akan membunuh mereka, sehingga batu berkata: Hai
muslim, ini orang Yahudi, kemari dan bunuhlah dia!. (Shahih Muslim No.5200)

Kenapa orang-orang Yahudi diperangi? Karena mereka sangat
kejam. Bahkan wanita dan anak-anak pun tidak lepas dari kekejaman mereka.
Silahkan lihat foto dan videonya:


10. Dominannya Fitnah

Dari Abu Hurairah r.a. bahwa Rasulullah saw. bersabda,
"Tidak akan terjadi kiamat, sampai dominannya fitnah, banyaknya dusta dan
berdekatannya pasar." (HR Ahmad).

11. Sedikitnya ilmu

Hadis riwayat Anas bin Malik ra., ia berkata:
Rasulullah saw. bersabda: Di antara tanda-tanda hari kiamat
ialah diangkatnya ilmu, munculnya kebodohan, banyak yang meminum arak, dan
timbulnya perzinaan yang dilakukan secara terang-terangan. (Shahih Muslim
No.4824)

Hadis riwayat Abu Musa ra., ia berkata:
Rasulullah saw. bersabda: Sesungguhnya menjelang terjadinya
hari kiamat terdapat beberapa hari di mana pada hari-hari itu ilmu akan
diangkat, diturunkan kebodohan dan banyak terjadi peristiwa pembunuhan. (Shahih
Muslim No.4826)

Hadis riwayat Abu Hurairah ra., ia berkata:
Rasulullah saw. bersabda: Hari kiamat semakin mendekat, ilmu
akan dicabut, fitnah akan banyak muncul, sifat kikir akan merajalela dan banyak
terjadi haraj. Para sahabat bertanya: Apakah
haraj itu? Rasulullah saw.. menjawab: Yaitu pembunuhan. (Shahih Muslim No.4827)

12. Merebaknya perzinahan
Perzinahan dilakukan terang-terangan dan sudah menjadi suatu
kebiasaan di masyarakat luas. Saat ini free sex atau kumpul kebo dan
perselingkuhan sudah jadi hal yang biasa. Bukan hanya antar pria dan wanita,
bahkan juga sesama jenis (homosex/lesbian) .

13. Mabuk-mabukan banyak dilakukan seolah bukan perbuatan
yang diharamkan. Saat ini minuman keras dapat dibeli dengan mudah di mini
market atau super market seperti Alpha, Carrefour, dan sebagainya.

14. Banyaknya kaum wanita

Dari Anas bin Malik ra. bahwa Rasulullah saw. bersabda.
"Sesungguhnya di antara tanda-tanda kiamat adalah ilmu diangkat, banyaknya
kebodohan, banyaknya perzinahan, banyaknya orang yang minum khamr, sedikit kaum
lelaki dan banyak kaum wanita, sampai pada 50 wanita hanya ada satu lelaki."
(HR Bukhari)

Jumlah wanita semakin lebih banyak dibandingkan dengan pria,
dan mereka sudah tidak malu lagi berpakaian setengah telanjang..

Banyak wanita yang berdandan/berpenamp ilan seperti pria,
begitu juga sebaliknya. Kita melihat banyak wanita mengenakan baju kaos/kemeja
pria dan celana. Sementara para pria banyak yang mengenakan kalung dan anting..
Bahkan banyak pula yang tidak malu mengenakan pakaian wanita di TV-TV. Ini
adalah tanda hari kiamat. Hanya orang-orang berakhlak buruk dan calon penghuni
nerakalah yang berkelakuan seperti itu.

15. Bermewah-mewah dalam membangun masjid

Dari Anas ra. bahwa Rasulullah saw. bersabda, "Diantara
tanda kiamat adalah bahwa manusia saling membanggakan dalam keindahan masjid."
(HR Ahmad, An-Nasa'i dan Ibnu Hibban)

Banyak orang bermewah-mewah dalam membangun masjid sementara
jamaahnya sedikit, serta saling membanggakan keindahan masjid.

16. Menyebarnya riba dan harta haram

Dari Abu Hurairah ra. berkata, Rasulullah saw. bersabda,
"Akan datang pada manusia suatu waktu, setiap orang tanpa kecuali akan makan
riba, orang yang tidak makan langsung, pasti terkena debu-debunya." (HR Abu
Dawud, Ibnu Majah dan Al-Baihaqi)

Dari Abu Hurairah ra. berkata, Rasulullah saw. bersabda,
"Akan datang pada manusia suatu saat di mana seseorang tidak peduli dari mana
hartanya didapat, apakah dari yang halal atau yang haram." (HR Ahmad dan
Bukhari)

Umat manusia berlomba menumpuk kekayaan dengan jalan yang
tidak halal serta maraknya praktek riba. Saat ini korupsi, suap-menyuap, atau
pun gaji raksasa yang di luar kewajaran sudah merajalela. Sulit orang untuk
memberantas korupsi. Salah-salah justru dia bisa dipenjara atau dibunuh.

17. Kiamat tidak akan terjadi sebelum api muncul dari tanah
Hijaz

Hadis riwayat Abu Hurairah ra.:
Bahwa Rasulullah saw. bersabda: Kiamat tidak akan terjadi
sebelum api muncul dari tanah Hijaz yang dapat menerangi leher-leher unta di
Basrah. (Shahih Muslim No.5164)

Boleh jadi penemuan minyak di tanah Arab yang memberi energi
penerangan merupakan satu tanda Kiamat kecil itu.

18. Kiamat tidak akan terjadi sebelum suku Daus menyembah
Dzul Khalashah

Hadis riwayat Abu Hurairah ra., ia berkata:
Rasulullah saw. bersabda: Kiamat tidak akan terjadi sebelum
pinggul-pinggul kaum wanita suku Daus bergoyang di sekeliling Dzul Khalashah,
yaitu sebuah berhala yang disembah suku Daus di Tabalah pada zaman jahiliah.
(Tabalah adalah nama daerah di Yaman). (Shahih Muslim No.5173)

19. Kiamat tidak akan terjadi sebelum seseorang melewati
kuburan orang lain, lalu ia berharap dapat menggantikan tempat si mayit karena
beratnya cobaan dunia

Hadis riwayat Abu Hurairah ra.:
Bahwa Rasulullah saw. bersabda: Kiamat tidak akan terjadi
sebelum seseorang melewati kuburan orang lain lalu berkata: Alangkah senangnya
bila aku menempati tempatnya!. (Shahih Muslim No.5175)

20. Munculnya sekitar 30 Dajjal yang mengaku Nabi Palsu

Hadis riwayat Abu Hurairah ra.:
Dari Nabi saw., beliau bersabda: Kiamat tidak akan terjadi
sebelum dibangkitkan dajjal-dajjal pendusta yang berjumlah sekitar tiga puluh,
semuanya mengaku bahwa ia adalah utusan Allah. (Shahih Muslim No.5205)

Saat ini banyak sekali orang yang mengaku Nabi palsu.
Padahal tidak ada lagi Nabi atau pun Rasul setelah Nabi Muhammad SAW yang
merupakan "Penutup para Nabi" (Khatamaan Nabiyyiin). Pemunculan Nabi Palsu
mulai dari Musailamah Al Kadzdzab, hingga Ghulam Mirza Ahmad, Mosadeq, Lia
Eden, dan sebagainya merupakan satu tanda hari kiamat.

21. Banyaknya Gempa Bumi.

Abu Hurairah berkata, "Nabi bersabda, 'Tidak akan tiba
hari kiamat sehingga ilmu pengetahuan (agama) dilenyapkan, banyak gempa bumi,
masa saling berdekatan (semakin singkat), banyak timbul fitnah, banyak
huru-hara yaitu pembunuhan, hingga harta benda melimpah ruah di antara
kamu.'"


 

Dikirim oleh milist Kajian Lepas Kerja A. Nizami